Home Market Trump Tunda Operasi Militer di Hormuz: Harga Minyak Anjlok, Saham Global Meroket!
Market

Trump Tunda Operasi Militer di Hormuz: Harga Minyak Anjlok, Saham Global Meroket!

Bagikan
arga minyak dunia turun di bawah US$100 saat pasar saham menguat.
Bagikan

finnews.id – Pasar keuangan global menunjukkan gairah positif pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. Harga minyak dunia melanjutkan tren penurunan, sementara bursa saham justru merangkak naik.

Kondisi ini terjadi seiring munculnya harapan baru terkait berakhirnya konflik Iran dan peluang pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur air paling krusial bagi pasokan energi global.

Investor menyambut hangat keputusan Presiden Donald Trump untuk menunda pengawalan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz. Langkah diplomatik ini dinilai mampu meredam ketegangan dengan Iran yang sebelumnya sempat mengancam gencatan senjata.

Operasi Epic Fury Berakhir, Tekanan Pasar Mereda

Sinyal berakhirnya ketegangan militer semakin kuat setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memberikan pernyataan resmi di Gedung Putih. Ia menyebutkan bahwa tahap ofensif dari kampanye militer Amerika Serikat telah mencapai titik akhir.

“Operasi telah berakhir – Epic Fury – seperti yang diberitahukan presiden kepada Kongres. Kita sudah selesai dengan tahap itu,” kata Rubio kepada wartawan.

Pernyataan ini langsung berdampak pada komoditas energi. Setelah sempat merosot 4 persen pada Selasa, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kini tergelincir hingga di bawah level US$100 per barel pada perdagangan hari Rabu.

Bursa Saham Global Hijau, Jakarta Ikut Terangkat

Penurunan harga minyak memberikan napas lega bagi para pelaku pasar modal. Investor kini lebih berani mengambil risiko, apalagi setelah indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor harian berkat performa gemilang perusahaan teknologi.

Tren positif ini merembet ke pasar Asia dan Pasifik. Sejumlah bursa utama seperti Hong Kong, Shanghai, Sydney, Wellington, Taipei, Manila, hingga Jakarta kompak mengalami kenaikan. Analis pasar senior di City Index, Fiona Cincotta, menilai bahwa komentar Trump memberikan rasa aman bagi para pemodal.

“Investor menemukan beberapa kepastian dalam komentar dari Presiden Donald Trump … meskipun terjadi gangguan berkelanjutan pada jalur pelayaran,” ungkap Fiona Cincotta.

Diplomasi Jadi Kunci, Namun Sentimen Masih Rentan

Selain faktor politik, laporan pendapatan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat yang kuat turut mendorong minat investasi. Sebagian besar hasil kinerja perusahaan tersebut sesuai dengan prediksi pasar, sehingga menambah kepercayaan diri investor.

Namun, para ahli tetap mengingatkan agar publik tidak lengah. Meski diplomasi terus berjalan, stabilitas pasar masih sangat bergantung pada kondisi nyata di lapangan.

Bagikan
Artikel Terkait
SPBU Shell
Market

Harga Terbaru Solar di SPBU Shell

finnews.id – Kabar terbaru bagi pengguna kendaraan diesel, Shell Indonesia akhirnya kembali...

Market

KAI Logistik Siapkan Lonjakan Kapasitas KA Ronggowarsito, Distribusi Barang Jakarta-Semarang Makin Efisien

finnews.id – Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), yakni KAI Logistik,...

Market

Daftar Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp65.350, Cek Komoditas Lainnya

finnews.id – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh...

Hyundai EO
Market

Kinerja Hyundai Q1 2026 Pecah Rekor, Pendapatan Tertinggi Didukung Lonjakan Mobil Hybrid

finnews.id – Raksasa otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company, mencatatkan kinerja...