Home Market Perang Timur Tengah Memanas, Bursa Asia Rontok! Saham Bank RI Jadi Penyelamat IHSG
Market

Perang Timur Tengah Memanas, Bursa Asia Rontok! Saham Bank RI Jadi Penyelamat IHSG

Bagikan
Konflik AS-Iran bikin harga minyak melonjak dan bursa Asia rontok. Saham bank besar RI justru jadi penopang IHSG.
Konflik AS-Iran bikin harga minyak melonjak dan bursa Asia rontok. Saham bank besar RI justru jadi penopang IHSG.
Bagikan

Tekanan muncul setelah beredar rumor potensi penurunan kategori beberapa saham dari indeks MSCI Standard Cap ke Small Cap.

Pasar juga menyoroti risiko keluarnya saham BREN dari indeks MSCI karena saat ini masuk dalam High Sustain Cap (HSC) List.

Sentimen tersebut memicu tekanan jual cukup besar di saham-saham Grup Barito.

Sektor Properti Masih Menantang

Dari sektor properti, laba bersih agregat kuartal I 2026 di luar BSDE tercatat sebesar Rp1,1 triliun atau turun 9% secara tahunan.

Pelemahan kinerja terutama dipicu penurunan performa PWON dan SMRA, meski capaian CTRA masih tergolong sesuai ekspektasi pasar.

Pra-penjualan atau presales sektor properti juga turun 4% secara tahunan menjadi Rp6,5 triliun.

Meski turun, capaian tersebut masih dianggap sejalan dengan target tahunan karena permintaan hunian premium tetap cukup kuat.

Tren itu mendorong pengembang lebih fokus meluncurkan produk kelas atas.

Saat ini valuasi saham properti dinilai sangat menarik dengan diskon mencapai 85% terhadap target RNAV. Namun prospek sektor ini masih menghadapi tantangan akibat ketidakpastian ekonomi makro dan kenaikan biaya material bangunan.

Pasar Tunggu Data Ekonomi Penting

Selain sentimen geopolitik, investor juga menanti sejumlah agenda ekonomi penting hari ini.

Dari dalam negeri, pasar menunggu data cadangan devisa Indonesia dan penjualan mobil nasional periode April.

Sementara dari Amerika Serikat, perhatian investor tertuju pada pidato anggota FOMC Bowman, data ketenagakerjaan non-pertanian atau nonfarm payrolls (NFP), rata-rata pendapatan per jam, serta tingkat pengangguran AS.

Data tersebut berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed sekaligus menentukan arah pergerakan pasar global dalam jangka pendek. (*)

 

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
IHSG sempat naik ke 7.182 sebelum berbalik melemah. Asing tercatat net sell Rp360,3 miliar di awal perdagangan.
Market

IHSG Sempat Terbang ke 7.182 Lalu Berbalik Merah, Asing Lepas Rp360 Miliar!

Data tersebut dinilai penting untuk melihat ketahanan eksternal Indonesia di tengah tekanan...

Harga CPO bergerak datar dan terancam turun mingguan kedua usai konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia.
Market

Harga CPO Susah Bangkit! Konflik AS-Iran Bikin Minyak Sawit Bergerak Labil

Menurut Wang Tao, harga minyak sawit mulai menunjukkan stabilitas di area support...

Market

Amazon Prime Video Kucurkan Rp1,6 Triliun untuk Produksi Konten Berbahasa Prancis Tahun Ini

finnews.id – Kabar menarik datang dari industri hiburan digital Eropa. Amazon Prime...

Market

Prediksi Lanxess: Harga Minyak Dunia Bakal Betah di Kisaran $100-$110 Per Barel!

finnews.id – Perusahaan raksasa kimia asal Jerman, Lanxess, memprediksi harga minyak dunia...