Home Kurs Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.340, Pasar Panik Usai Kapal AS-Iran Baku Tembak di Selat Hormuz
Kurs

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.340, Pasar Panik Usai Kapal AS-Iran Baku Tembak di Selat Hormuz

Bagikan
Rupiah melemah ke Rp17.340 per dolar AS usai baku tembak kapal perang AS dan Iran di Selat Hormuz picu kekhawatiran pasar.
Ilustrasi
Bagikan

Pernyataan tersebut menjadi perhatian pasar karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia. Ketegangan di kawasan itu sering memicu lonjakan volatilitas pasar mata uang dan komoditas global.

Investor Tunggu Respons Iran dan Data Ekonomi Penting

Selain memantau perkembangan konflik geopolitik, investor saat ini juga memilih wait and see terhadap respons Iran atas proposal damai yang diajukan Amerika Serikat.

Pelaku pasar juga tengah menunggu sejumlah data ekonomi penting yang dinilai dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah dan dolar AS.

Dari dalam negeri, pasar menanti rilis data cadangan devisa Indonesia pada siang hari. Sementara dari Amerika Serikat, perhatian tertuju pada data tenaga kerja nonfarm payrolls (NFP) yang dijadwalkan rilis malam nanti.

Data NFP sering menjadi indikator utama bagi pelaku pasar untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed. Jika data tenaga kerja AS menunjukkan hasil kuat, dolar AS berpotensi semakin menguat.

“Range kurs rupiah hari ini diperkirakan Rp17.300 – Rp17.400 per dolar AS,” ujar Lukman.

Putusan Pengadilan AS soal Tarif Trump Jadi Sorotan

Selain isu Timur Tengah, pasar juga mulai mencermati keputusan pengadilan perdagangan federal Amerika Serikat yang menyatakan kebijakan tarif impor 100% milik Donald Trump sebagai tindakan ilegal.

Lukman menilai keputusan tersebut berpotensi ikut memengaruhi sentimen pasar terhadap dolar AS dan rupiah.

“Seharusnya, meskipun fokus investor masih pada kesepakatan damai dimana banyak investor mengharapkan Iran menyetujuinya dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Kebijakan tarif global 10% yang sebelumnya diumumkan Trump akhirnya dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan Perdagangan Internasional AS di Manhattan.

Putusan itu menjadi pukulan baru bagi agenda ekonomi Trump setelah Mahkamah Agung AS sebelumnya juga membatalkan pungutan serupa.

Panel hakim mengabulkan gugatan yang diajukan kelompok usaha kecil dan puluhan negara bagian yang mayoritas dipimpin Partai Demokrat. Trump sebelumnya memberlakukan kebijakan tarif tersebut menggunakan Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan 1974, regulasi yang belum pernah digunakan sebelumnya.

Rupiah Masih Dibayangi Ketidakpastian Global

Pergerakan rupiah dalam jangka pendek diperkirakan masih sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan data ekonomi Amerika Serikat. Konflik Timur Tengah, arah kebijakan tarif Trump, hingga data ketenagakerjaan AS menjadi kombinasi sentimen yang terus membayangi pasar.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Kurs

Jepang Kucurkan Rp560 Triliun untuk Intervensi Yen, Strategi Kejutan di Tengah Libur Golden Week!

finnews.id – Kementerian Keuangan Jepang akhirnya membuktikan ancamannya. Setelah memberikan serangkaian peringatan...

Rupiah menguat ke Rp17.333 per dolar AS setelah pasar optimistis peluang damai AS-Iran makin terbuka.
Kurs

Rupiah Tiba-Tiba Perkasa! Isu Damai AS-Iran Bikin Dolar AS Tersungkur

Menurut Ibrahim, laporan itu menjadi sinyal kuat bahwa kedua negara berada dalam...

Kurs

Dolar AS Tertekan Sinyal Damai Washington-Teheran, Yen Jepang Meroket Tajam!

“Seperti yang telah saya katakan berulang kali, kami akan mengambil tindakan tegas...

Rupiah menguat ke Rp17.387 setelah Trump bicara damai Iran. Dolar melemah, tapi ekonom mulai soroti data ekonomi RI.
Kurs

Rupiah Tiba-Tiba Menguat! Sentimen Damai AS-Iran Bikin Dolar Melemah, Tapi Ada Sinyal Waspada

Selat Hormuz sendiri memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama distribusi sekitar...