“Minyak dan dolar masih bergerak cukup dekat bersama, dan dengan minyak mentah yang kembali naik… saya akan mengatakan dolar masih tetap cukup kuat,” jelasnya.
Menanti Keputusan Besar Bank Sentral Dunia
Para pelaku pasar kini menaruh perhatian penuh pada agenda pekan depan. Sejumlah bank sentral besar, termasuk Federal Reserve (The Fed), Bank Sentral Eropa (ECB), Bank of England, dan Bank of Japan (BOJ), dijadwalkan akan mengumumkan keputusan kebijakan mereka.
Fokus utama pengamat pasar adalah bagaimana para pembuat kebijakan merespons lonjakan harga energi dan potensi risiko inflasi tahap kedua.
Di zona euro, ECB kemungkinan besar tetap mempertahankan suku bunga deposito pada akhir April, namun ada potensi kenaikan pada bulan Juni demi menjaga keseimbangan ekonomi dari guncangan energi.
Tantangan Inflasi dan Sikap Tegas Jepang
Di Jepang, kondisi ekonomi menunjukkan tantangan tersendiri. Inflasi konsumen inti melambat di bawah target 2 persen selama dua bulan berturut-turut. Namun, para ahli memprediksi inflasi akan kembali melonjak akibat kenaikan biaya bahan bakar.
Bank of Japan (BOJ) diprediksi akan menunda kenaikan suku bunga pada pertemuan minggu depan karena prospek damai di Timur Tengah yang kian pudar.
Meski begitu, Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, tetap memberikan peringatan keras. Beliau menegaskan bahwa otoritas Jepang siap mengambil tindakan “tegas” terhadap pergerakan spekulatif di pasar valuta asing.
Kondisi geopolitik yang dinamis ini membuktikan bahwa stabilitas ekonomi global sangat bergantung pada keamanan jalur perdagangan internasional dan keberhasilan diplomasi di meja perundingan.