Home Internasional Dolar AS Melaju Kuat: Picunya, Ketegangan di Timteng dan Kebuntuan Perundingan AS-Iran
Internasional

Dolar AS Melaju Kuat: Picunya, Ketegangan di Timteng dan Kebuntuan Perundingan AS-Iran

Bagikan
Dolar AS diprediksi menguat mingguan akibat macetnya dialog AS-Iran dan ketegangan di Timur Tengah.
Bagikan

finnews.id – Pasar mata uang dunia kembali bergejolak di penghujung pekan ini. Dolar AS diperkirakan menguat mingguan untuk pertama kalinya dalam tiga pekan terakhir.

Fenomena ini terjadi akibat mandeknya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang seketika memupus harapan pelaku pasar akan meredanya konflik di Timur Tengah dalam waktu dekat.

Meskipun Lebanon dan Israel baru saja menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama tiga minggu, situasi di kawasan tersebut masih jauh dari kata stabil.

Iran baru-baru ini menunjukkan taringnya dengan merilis video pasukan komando yang menyerbu kapal kargo besar di Selat Hormuz.

Aksi ini memicu ketidakpastian mengenai kapan koridor pelayaran vital tersebut akan dibuka kembali, yang otomatis menjaga harga minyak tetap berada di level tinggi.

Pergerakan Indeks Dolar dan Mata Uang Utama

Hingga Jumat ini, indeks dolar—yang membandingkan greenback terhadap mata uang utama seperti Euro dan Yen—memang sempat turun tipis 0,1 persen ke angka 98,75. Namun, secara keseluruhan, dolar tetap berada di jalur kenaikan mingguan sebesar 0,5 persen.

Beberapa mata uang lain menunjukkan pergerakan tipis:

Tommy Von Brömsen, seorang ahli strategi FX di Handelsbanken, memberikan catatan penting mengenai kondisi ini.

“Jika Anda melihat minggu lalu, tema utamanya adalah tidak adanya kemajuan nyata dalam perundingan perdamaian. Bagi pasar, ini sulit ketika tidak ada tenggat waktu,” katanya.

Hubungan Erat Harga Minyak dan Permintaan Safe Haven

Ketidakpastian global sering kali membuat investor berlari ke arah aset yang aman (safe haven), dan dolar AS menjadi pilihan utama. Harga minyak mentah Brent sendiri terpantau naik 1,5 persen ke level $106,60 per barel.

Analis pasar di Matsui Securities, Sho Suzuki, mengamati bahwa pergerakan dolar masih sangat selaras dengan harga energi.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Kesepakatan Energi RI–Rusia: 150 Juta Barel Minyak Mengalir ke Indonesia

finnews.id – Pemerintah Indonesia mengambil langkah berani untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional...

Internasional

Investor Asing Borong Saham Jepang! Nikkei Tembus Level 60.000 Berkat Reli AI dan Isu Damai

finnews.id – Pasar modal Negeri Sakura kembali menunjukkan taringnya. Para investor asing...

Internasional

Kapal-kapal Asia Diprediksi Akan Segera Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Perusahaan Barat?

finnews.id – Situasi di Selat Hormuz kini memasuki babak baru yang cukup...

Internasional

Lufthansa Pangkas 20 Ribu Penerbangan, Strategi Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

finnews.id – Lufthansa Group mengambil langkah berani untuk menjaga stabilitas finansial perusahaan....