finnews.id – Pasar modal Negeri Sakura kembali menunjukkan taringnya. Para investor asing terpantau melakukan aksi beli besar-besaran pada saham Jepang sepanjang pekan yang berakhir pada 18 April.
Membaiknya sentimen risiko global menjadi pemantik utama, terutama karena munculnya harapan baru terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah serta gairah tinggi di sektor kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Keuangan Jepang yang rilis pada Kamis, 23 April 2026, pemodal internasional membukukan pembelian bersih senilai 2,38 triliun yen atau setara dengan $14,92 miliar.
Angka fantastis ini melanjutkan tren positif setelah pada pekan sebelumnya mencatatkan rekor pembelian mingguan sebesar 3,94 triliun yen.
Saham Teknologi dan AI Jadi Motor Penggerak Utama
Geliat di sektor teknologi menjadi magnet kuat bagi pemilik modal. Reli harga saham yang berkaitan dengan pengembangan AI sukses mendongkrak minat beli pasar secara signifikan. Beberapa emiten raksasa mencatatkan lonjakan harga yang sangat impresif:
-
SoftBank Group: Melonjak tajam hingga 19,83 persen dalam sepekan.
-
Advantest: Mencatatkan kenaikan sebesar 11,52 persen pada periode yang sama.
Kepercayaan diri para investor kian menebal saat indeks Nikkei berhasil melampaui level psikologis 60.000 untuk pertama kalinya pada hari Kamis. Pencapaian bersejarah ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu pada awal pekan ini.
Pergerakan di Pasar Obligasi dan Surat Utang
Meskipun pasar ekuitas sedang berpesta, kondisi berbeda terlihat di pasar surat utang. Investor asing terpantau melepas obligasi jangka panjang Jepang senilai 298,2 miliar yen. Aksi jual ini sekaligus memutus tren pembelian bersih yang sempat bertahan selama dua minggu berturut-turut.
Namun, minat pada instrumen jangka pendek mulai pulih. Pemodal asing membeli surat utang jangka pendek senilai 1,89 miliar yen setelah sebelumnya sempat melakukan aksi jual selama tiga pekan beruntun.