finnews.id – Lufthansa Group mengambil langkah berani untuk menjaga stabilitas finansial perusahaan. Maskapai nasional asal Jerman ini resmi mengumumkan pembatalan sekitar 20.000 jadwal penerbangan jarak pendek hingga bulan Oktober mendatang.
Keputusan strategis ini muncul sebagai respons langsung terhadap lonjakan harga bahan bakar pesawat yang kian tak terkendali sejak pecahnya konflik di Iran.
Langkah efisiensi ini bertujuan untuk menekan biaya operasional yang membengkak. Pihak maskapai memproyeksikan bahwa pengurangan frekuensi terbang ini mampu menghemat lebih dari 40.000 metrik ton bahan bakar jet.
Meskipun jumlah penerbangan yang dihapus cukup besar, manajemen menjelaskan bahwa kebijakan ini hanya menurunkan kapasitas keseluruhan kurang dari satu persen jika kita hitung berdasarkan Available Seat Kilometers (ASK).
Optimalisasi Rute dan Fokus pada Hub Eropa
Lufthansa tidak sekadar memotong jadwal, melainkan melakukan optimalisasi besar-besaran di enam hub utama mereka di Eropa. Pemangkasan ini menyasar rute-rute jarak pendek yang selama ini kurang memberikan keuntungan, terutama yang berangkat dari Frankfurt dan Munich.
Sebagai gantinya, grup maskapai ini berencana memperkuat layanan di tiga kota strategis lainnya, yaitu:
-
Zurich
-
Wina
-
Brussels
Upaya ini memastikan bahwa perusahaan tetap kompetitif namun jauh lebih efisien dalam penggunaan energi.
Daftar Rute yang Terdampak dan Penghapusan Destinasi
Bagi Anda yang memiliki rencana perjalanan dalam waktu dekat, Lufthansa telah memberlakukan penyesuaian tahap pertama hingga 31 Mei. Mulai hari Selasa, 21 April 2026, terdapat sekitar 120 pembatalan penerbangan setiap harinya. Pihak maskapai juga telah menghubungi penumpang yang terdampak melalui saluran komunikasi resmi.
Beberapa perubahan signifikan dalam jadwal musim panas ini meliputi:
-
Penghapusan Destinasi Sementara: Tiga kota resmi hilang dari jadwal saat ini, yakni Bydgoszcz dan Rzeszow di Polandia, serta Stavanger di Norwegia.
-
Konsolidasi Koneksi: Sepuluh rute akan mengalami penggabungan layanan melalui hub grup lainnya. Wilayah yang terdampak konsolidasi ini antara lain Stuttgart, Cork, Gdansk, Ljubljana, Rijeka, Sibiu, Trondheim, Tivat, Wroclaw, dan Heringsdorf.
“Langkah itu bertujuan untuk meningkatkan efisiensi di seluruh jaringan Eropa sambil mempertahankan akses ke sistem rute global yang lebih luas, khususnya koneksi jarak jauh,” tulis pernyataan resmi Lufthansa.
Keamanan Pasokan Bahan Bakar
Terkait kekhawatiran ketersediaan energi, Lufthansa memastikan bahwa pasokan bahan bakar jet untuk beberapa pekan ke depan masih dalam posisi aman.
Perusahaan menerapkan strategi ganda untuk meredam fluktuasi harga, yaitu melalui pengadaan fisik secara langsung dan langkah lindung nilai harga (hedging).
Rencana perjalanan jangka menengah yang lebih detail untuk beberapa bulan ke depan akan rilis pada akhir April atau awal Mei. Pembaruan tersebut akan mencakup penyesuaian tambahan pada jadwal penerbangan jarak pendek untuk musim panas mendatang.
Dengan langkah ini, Lufthansa berharap dapat menjaga integritas jaringan rute globalnya meski di tengah situasi geopolitik yang menantang.