finnews.id – Meskipun harga tiket pesawat menuju Lombok mengalami kenaikan signifikan, minat masyarakat bepergian ke destinasi tersebut justru tidak surut.
Aktivitas penerbangan bahkan menunjukkan tren peningkatan, Kondisi ini terlihat dari bertambahnya jumlah penumpang dan frekuensi penerbangan di Bandara Lombok.
“Benar harga tiket mahal, harga bahan bakar meningkat, tapi sejauh ini belum terlalu berdampak pada jumlah kunjungan. Bahkan penerbangan justru bertambah,” ungkap Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Lonjakan tersebut menjadi indikasi bahwa kebutuhan mobilitas udara ke wilayah Nusa Tenggara Barat masih sangat tinggi, meski dibayangi biaya perjalanan yang lebih mahal dari biasanya.
Data operasional menunjukkan bahwa jumlah penumpang pada triwulan pertama 2026 mengalami pertumbuhan cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Total ratusan ribu penumpang tercatat menggunakan layanan transportasi udara, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap akses penerbangan yang semakin
baik.
Tak hanya itu, jumlah pergerakan pesawat juga meningkat tajam, seiring dengan bertambahnya rute dan jadwal penerbangan.
Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali masih menjadi jalur favorit yang mendominasi lalu lintas udara ke Lombok.
“Justru semakin banyak penerbangan yang sudah apply juga sudah ada beberapa, termasuk yang destinasi ke luar negeri tetap on gitu, tidak ada pembatalan pembukaan penerbangan,” jelasnya.
Meski demikian, tingginya harga tiket tidak sepenuhnya menekan permintaan. Banyak faktor yang diduga menjadi pendorong, seperti meningkatnya aktivitas pariwisata.
“Kalau orang mau liburan, ya tetap liburan. Selisih seratus atau dua ratus ribu mudah-mudahan tidak terlalu menjadi persoalan,” ucapnya.
Dengan tren pertumbuhan ini, sektor penerbangan di Lombok dinilai memiliki prospek positif.
“Pasti sudah kami hitung-hitung, tetapi kita tidak usah berspekulasi apakah akan panjang atau tidak, tetapi mitigasi risiko sudah kita siapkan Insyaallah,” tuturnya.
Peningkatan trafik penumpang dan pesawat menunjukkan bahwa permintaan perjalanan udara masih kuat, bahkan ketika harga tiket berada di level tinggi.