finnews.id – Sektor ritel konsumsi non-primer mulai memunculkan sinyal menarik pada kuartal I-2026. Di tengah tekanan harga minyak yang tinggi dan tantangan daya beli, sejumlah emiten ritel diperkirakan tetap mencetak hasil sejalan ekspektasi pasar. Namun, tidak semua pemain bergerak dalam irama yang sama.
Proyeksi terbaru menunjukkan kinerja AMRT dan MAPI berpotensi stabil sesuai konsensus, sementara ACES justru diperkirakan berada di bawah harapan pasar. Sentimen ini memunculkan perhatian investor, terutama karena momentum Lebaran 2026 disebut lebih kuat dibanding tahun lalu.
Prospek ini ikut memperkuat narasi bahwa sektor consumer discretionary masih punya daya tahan, meski risiko eksternal belum sepenuhnya reda.
Lebaran 2026 Jadi Pendorong Penjualan Ritel
Kinerja penjualan kuartal I-2026 diperkirakan masih berada dalam jalur yang sesuai proyeksi. Salah satu indikator yang menjadi sorotan datang dari same store sales growth (SSSG) yang menunjukkan pemulihan.
ACES mencatat SSSG tumbuh 4,3% secara tahunan, lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu sebesar 2,2%. Kinerja ini memberi sinyal konsumsi saat musim Lebaran tahun ini lebih kuat dibanding 2025.
Sementara itu, AMRT diproyeksi mencatat pertumbuhan SSSG level mid-single digit secara tahunan, sesuai panduan perusahaan. Momentum serupa juga diperkirakan terjadi di MAPI, dengan pertumbuhan yang ditopang pemulihan seluruh segmen bisnis.
Secara keseluruhan, pertumbuhan SSSG emiten ritel diperkirakan kembali ke kisaran mid-single digit, lebih baik dibanding 3,6% pada kuartal I-2025. Angka itu memperkuat optimisme bahwa konsumsi domestik masih menopang bisnis ritel.
AMRT Jadi yang Paling Menarik dari Sisi Margin
Meski penjualan diperkirakan solid, margin laba kotor atau gross profit margin (GPM) menunjukkan dinamika berbeda.
AMRT justru diproyeksi menjadi satu-satunya emiten yang membukukan peningkatan margin. GPM perusahaan diperkirakan naik 10 basis poin menjadi 22%, didorong efektivitas promosi konsumen.
Berbeda dengan itu, ACES diprediksi mengalami tekanan margin. GPM kuartal I-2026 diperkirakan turun 50 basis poin menjadi 47,5% akibat apresiasi yuan terhadap rupiah sebesar 8,3% secara tahunan dan biaya logistik yang lebih tinggi.
- ACES
- AMRT
- analisis kinerja MAPI dan ACES terbaru
- dampak harga minyak terhadap saham ritel
- emiten ritel dengan margin terbaik 2026
- harga minyak
- kinerja emiten ritel
- laba emiten konsumsi
- MAPI
- outlook sektor consumer discretionary Indonesia 2026
- prediksi laba AMRT MAPI ACES kuartal I
- prospek saham AMRT kuartal pertama 2026
- prospek saham ritel 2026
- rekomendasi saham consumer discretionary Indonesia
- saham ritel
- sektor consumer discretionary
- SSSG ritel
- strategi investasi saham ritel saat harga minyak naik