Home Market Saham Ritel Berpotensi Bergerak, Kinerja AMRT dan MAPI Diprediksi Solid, ACES Justru di Bawah Ekspektasi
Market

Saham Ritel Berpotensi Bergerak, Kinerja AMRT dan MAPI Diprediksi Solid, ACES Justru di Bawah Ekspektasi

Bagikan
AMRT dan MAPI diproyeksi solid pada kuartal I-2026, sementara ACES berisiko di bawah ekspektasi. Harga minyak jadi ancaman baru sektor ritel.
Ilustrasi - AMRT dan MAPI diproyeksi solid pada kuartal I-2026, sementara ACES berisiko di bawah ekspektasi. Harga minyak jadi ancaman baru sektor ritel.
Bagikan

finnews.id – Sektor ritel konsumsi non-primer mulai memunculkan sinyal menarik pada kuartal I-2026. Di tengah tekanan harga minyak yang tinggi dan tantangan daya beli, sejumlah emiten ritel diperkirakan tetap mencetak hasil sejalan ekspektasi pasar. Namun, tidak semua pemain bergerak dalam irama yang sama.

Proyeksi terbaru menunjukkan kinerja AMRT dan MAPI berpotensi stabil sesuai konsensus, sementara ACES justru diperkirakan berada di bawah harapan pasar. Sentimen ini memunculkan perhatian investor, terutama karena momentum Lebaran 2026 disebut lebih kuat dibanding tahun lalu.

Prospek ini ikut memperkuat narasi bahwa sektor consumer discretionary masih punya daya tahan, meski risiko eksternal belum sepenuhnya reda.

Lebaran 2026 Jadi Pendorong Penjualan Ritel

Kinerja penjualan kuartal I-2026 diperkirakan masih berada dalam jalur yang sesuai proyeksi. Salah satu indikator yang menjadi sorotan datang dari same store sales growth (SSSG) yang menunjukkan pemulihan.

ACES mencatat SSSG tumbuh 4,3% secara tahunan, lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu sebesar 2,2%. Kinerja ini memberi sinyal konsumsi saat musim Lebaran tahun ini lebih kuat dibanding 2025.

Sementara itu, AMRT diproyeksi mencatat pertumbuhan SSSG level mid-single digit secara tahunan, sesuai panduan perusahaan. Momentum serupa juga diperkirakan terjadi di MAPI, dengan pertumbuhan yang ditopang pemulihan seluruh segmen bisnis.

Secara keseluruhan, pertumbuhan SSSG emiten ritel diperkirakan kembali ke kisaran mid-single digit, lebih baik dibanding 3,6% pada kuartal I-2025. Angka itu memperkuat optimisme bahwa konsumsi domestik masih menopang bisnis ritel.

AMRT Jadi yang Paling Menarik dari Sisi Margin

Meski penjualan diperkirakan solid, margin laba kotor atau gross profit margin (GPM) menunjukkan dinamika berbeda.

AMRT justru diproyeksi menjadi satu-satunya emiten yang membukukan peningkatan margin. GPM perusahaan diperkirakan naik 10 basis poin menjadi 22%, didorong efektivitas promosi konsumen.

Berbeda dengan itu, ACES diprediksi mengalami tekanan margin. GPM kuartal I-2026 diperkirakan turun 50 basis poin menjadi 47,5% akibat apresiasi yuan terhadap rupiah sebesar 8,3% secara tahunan dan biaya logistik yang lebih tinggi.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP, Maksimal 25 Kg per Orang untuk Cegah Penimbunan

finnews.id – Pemerintah resmi membatasi pembelian beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga...

Market

Ini Dampak Penerapan Strategi DMO Minyak Goreng pada Harga di Pasaran

finnews.id – Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang diterapkan pemerintah terbukti mulai...

Ringkasan Bursa 24 April 2026: IHSG jatuh 3,38%, asing net sell Rp2 triliun, BBCA hingga BMRI ditekan jual besar.
Market

Ringkasan Bursa 24 April 2026: IHSG Ambruk 3,38 Persen, Asing Kabur Rp2 Triliun, Saham Big Caps Dihantam Aksi Jual

finnews.id – Perdagangan penutup pekan menghadirkan tekanan besar di pasar modal domestik....

Rupiah masih tertekan dekat rekor terendah, sementara IHSG ambruk 5,5% sepekan saat mayoritas pasar Asia emerging market melemah.
Market

Rupiah Tertahan di Zona Rentan, IHSG Ambruk 5,5 Persen Sepekan saat Pasar Asia Emerging Market Tertekan

finnews.id – Tekanan di pasar keuangan Asia kembali memanas. Mayoritas mata uang...