Home Kurs Rupiah Tertekan! Morning News: Fed Hawkish & Blokade Iran Bikin Kurs Tembus Rp17.373/USD
Kurs

Rupiah Tertekan! Morning News: Fed Hawkish & Blokade Iran Bikin Kurs Tembus Rp17.373/USD

Bagikan
Rupiah melemah ke Rp17.373/USD dipicu Fed hawkish dan blokade Iran. Harga minyak naik, dolar menguat.
Mata uang Rupiah
Bagikan

finnews.id – Nilai tukar rupiah kembali melemah dan mendekati level psikologis baru. Tekanan datang dari kombinasi sentimen global yang semakin memanas, mulai dari kebijakan moneter Amerika Serikat hingga konflik geopolitik di Timur Tengah.

Pada perdagangan Kamis pagi, rupiah bergerak ke level Rp17.373 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan 47 poin atau sekitar 0,27% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp17.326 per dolar AS.

Blokade Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Global

Tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperpanjang blokade Selat Hormuz terhadap Iran. Kebijakan ini bertujuan menekan Iran agar kembali ke meja perundingan nuklir.

Namun, keputusan tersebut justru memicu ketidakpastian baru. Jalur diplomasi antara Washington dan Teheran masih buntu setelah serangkaian negosiasi gagal mencapai kesepakatan.

Kondisi ini langsung mengguncang pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak tajam dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat tahun. Kenaikan ini memperbesar tekanan terhadap negara-negara importir energi, termasuk Indonesia.

The Fed Tahan Suku Bunga, Sinyal Hawkish Menguat

Dari sisi kebijakan moneter, bank sentral Amerika Serikat kembali menahan suku bunga acuan. Komite Pasar Terbuka Federal memutuskan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5% hingga 3,75% melalui voting 8-4.

Meski tidak menaikkan suku bunga, arah kebijakan yang diambil tetap mencerminkan sikap hawkish. Pernyataan resmi The Fed menegaskan bahwa perkembangan di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.

Sejumlah pejabat bahkan menunjukkan perbedaan pandangan. Tiga gubernur bank regional menolak pencantuman bias pelonggaran dalam pernyataan kebijakan, sementara satu pejabat lainnya justru mendorong penurunan suku bunga.

Perbedaan sikap ini menambah kompleksitas arah kebijakan ke depan dan memperkuat volatilitas di pasar keuangan global.

Dolar AS Menguat, Rupiah Kian Tertekan

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS. Kenaikan indeks dolar terjadi sebagai respons atas hasil FOMC yang cenderung hawkish.

Bagikan
Artikel Terkait
Rupiah menguat tipis ke Rp17.214 per dolar AS saat pasar mengabaikan kebuntuan AS-Iran, namun analis mengingatkan risikonya masih tinggi.
Kurs

Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global dan Lonjakan Safe Haven

finnews.id – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada penutupan perdagangan Rabu (29/4/2026)....

Kurs

Rupiah Tersungkur! Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Pasar Global Bergejolak

finnews.id – Nilai tukar rupiah kembali terperosok tajam dan makin membuat pelaku pasar...

Kurs

Dolar Menguat & Yen Stabil: Intip Hasil Pertemuan BOJ dan Dampak Konflik Iran Terbaru

finnews.id – Pasar keuangan global sedang tertuju pada pergerakan mata uang utama...

Rupiah menguat ke Rp17.131 per dolar AS pagi ini berkat penurunan harga minyak dunia dan sinyal damai AS-Iran
Kurs

Rupiah Ditutup Perkasa! Menguat di Tengah Konflik Iran-AS, Pasar Tunggu Sikap The Fed

finnews.id – Nilai tukar rupiah menunjukkan taringnya di tengah ketidakpastian global. Pada...