finnews.id — Bank BRI [idx: BBRI] kembali menunjukkan tajinya di industri perbankan nasional. Pada kuartal I 2026, bank ini berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp15,63 triliun, tumbuh 13,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini mencerminkan kinerja bisnis yang konsisten, terutama dari sisi pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII). Hingga Maret 2026, NII BRI tercatat mencapai Rp40,15 triliun, naik 11,9% secara tahunan.
Kredit Tumbuh, Pendapatan Ikut Terkerek
Kinerja positif tersebut berjalan seiring dengan ekspansi kredit yang tetap agresif namun terjaga. Total penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp1.562,45 triliun atau tumbuh 13,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menegaskan peran BRI dalam mendorong sektor produktif, khususnya segmen UMKM yang menjadi tulang punggung bisnis perseroan.
Profit Operasional Tetap Stabil
Dari sisi operasional, laba sebelum pencadangan (PPOP) tercatat sebesar Rp32,18 triliun atau naik 7,7% YoY. Meski mengalami koreksi tipis secara kuartalan, kinerja ini tetap mencerminkan fundamental bisnis yang kuat.
Di saat yang sama, beban provisi terjaga di level Rp12,12 triliun dan bahkan turun 1,2% secara tahunan. Hal ini menunjukkan kualitas aset tetap terkendali di tengah pertumbuhan kredit.
Likuiditas dan Aset Terus Menguat
BRI juga memperkuat posisi neraca dengan total aset mencapai Rp2.249,83 triliun atau tumbuh 7,2% YoY. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan earning assets yang mencapai Rp2.101,72 triliun.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 9,4% menjadi Rp1.555,12 triliun. Komposisi dana murah atau CASA tetap dominan di Rp1.058,62 triliun, naik 13,2% secara tahunan.
Struktur dana yang kuat ini membantu menekan beban bunga, yang tercatat turun 9,3% menjadi Rp12,68 triliun.
Permodalan Kokoh, Siap Ekspansi
Dari sisi permodalan, BRI menunjukkan penguatan signifikan. Total ekuitas mencapai Rp345,06 triliun atau naik 12,8% YoY. Sementara itu, Tier 1 Capital meningkat 15,2% menjadi Rp315,75 triliun.