Home Market Strategi Ultra Mikro BRI Meledak! Pegadaian dan PNM Jadi Mesin Laba Baru
Market

Strategi Ultra Mikro BRI Meledak! Pegadaian dan PNM Jadi Mesin Laba Baru

Bagikan
Holding ultra mikro BRI dorong lonjakan laba dan inklusi keuangan lewat sinergi Pegadaian dan PNM.
Wadirut BBRI, Vivian Dyah Ayu
Bagikan

finnews.id — PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI [idx: BBRI]  semakin mengandalkan kekuatan holding ultra mikro (UMi) sebagai pilar pertumbuhan baru. Bukan hanya mendongkrak penyaluran pembiayaan, sinergi ini juga terbukti mengerek profitabilitas dan memperluas ekosistem bisnis secara signifikan.

Wakil Direktur Utama BBRI, Vivian Dyah Ayu menjelaskan bahwa kolaborasi antara entitas dalam holding UMi berjalan solid. Sinergi antara BBRI, Pegadaian dan PMN menjadi kunci utama dalam menciptakan pertumbuhan yang tetap sehat.

“Holding ultra mikro menunjukkan kolaborasi yang kuat sebagai bagian dari transformasi BRIVolution Reignite, sekaligus menjadi sumber pertumbuhan baru bagi BRI,” ujarnya dalam paparan kinerja !Q26 secara daring, Kamis (30/4/2026).

Laba Anak Usaha Melonjak Signifikan

Kinerja dua entitas utama dalam holding ini langsung mencuri perhatian pada awal 2026. Pegadaian mencatat lonjakan laba bersih hingga 244,3% menjadi Rp8,4 triliun. Sementara itu, PNM juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan laba 34,8% menjadi Rp1,1 triliun.

Peningkatan ini tidak hanya ditopang oleh ekspansi pembiayaan, tetapi juga pertumbuhan jumlah nasabah yang terus meningkat. Menariknya, ekspansi tersebut tetap diimbangi dengan kualitas kredit yang terjaga.

Kontribusi ke Laba BRI Kian Besar

Peran holding ultra mikro dalam menopang kinerja BRI semakin nyata. Hingga kuartal I-2026, kontribusi anak usaha terhadap total laba perusahaan mencapai 28,49%.

Angka ini menegaskan bahwa strategi membangun ekosistem ultra mikro tidak sekadar memperluas pasar, tetapi juga memperkuat kinerja keuangan secara langsung.

Dorong Inklusi Keuangan Lebih Luas

Selain fokus pada profit, BRI juga aktif memperluas akses keuangan bagi masyarakat. Hingga kuartal I-2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp47,09 triliun.

Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 42%. Ini menunjukkan arah pembiayaan yang fokus pada sektor produktif dan berdampak langsung ke ekonomi rakyat.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Harga Emas Antam Terus Melorot ke Rp2,76 Juta per Gram, Buyback Ikut Melemah Rp2,54 Juta

finnews.id – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali...

Market

BI Luncurkan QRIS Indonesia-China, Dorong Ekonomi Digital Makin Kuat dan Mendunia

finnews.id – Bank Indonesia resmi meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sekaligus...

Saham BBRI turun 16% YTD, BRI tegaskan penyebabnya faktor global, bukan fundamental perusahaan.
Market

Saham BBRI Anjlok 16% YTD, BRI Buka Suara: Bukan Karena Kinerja, Ini Biang Keroknya!

finnews.id – Kinerja saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI...

BRI catat laba Rp15,63 triliun di awal 2026, didorong kredit tumbuh dan pendapatan bunga yang tetap kuat.
Market

Laba BBRI Melonjak! Tembus Rp15,63 Triliun di Awal 2026, Ini Strategi di Baliknya

finnews.id — Bank BRI [idx: BBRI] kembali menunjukkan tajinya di industri perbankan...