Laba ANTM Melonjak Tajam, Kinerja Kuartal I Lampaui Ekspektasi
finnews.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membuka 2026 dengan kinerja yang mengejutkan pasar. Emiten tambang pelat merah itu membukukan laba bersih Rp3,4 triliun pada kuartal I-2026, melesat 60 persen secara tahunan (year on year) dan melonjak 176 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Capaian tersebut menjadi sorotan karena jauh melampaui ekspektasi pasar. Realisasi laba itu setara 35 persen dari proyeksi internal dan 38 persen dari konsensus, memicu potensi revisi naik terhadap proyeksi laba tahun berjalan.
Ledakan profitabilitas ini ditopang dua mesin pertumbuhan utama, yakni pemulihan agresif penjualan emas dan kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) bijih nikel.
Pendapatan ANTM ikut terkerek menjadi Rp29 triliun, naik 12 persen secara tahunan. Namun menariknya, pertumbuhan laba melaju jauh lebih cepat dibanding pendapatan, menandakan ekspansi margin yang kuat.
Laba kotor tercatat melonjak 54 persen menjadi Rp5,6 triliun, sementara EBIT melesat 67 persen menjadi Rp4,5 triliun. Ini menegaskan efisiensi operasional dan kenaikan harga komoditas memberi dampak signifikan terhadap bottom line perseroan.
Bisnis Emas Berbalik Jadi Mesin Pertumbuhan
Salah satu pendorong utama lonjakan laba datang dari bisnis emas. Setelah sempat melemah pada akhir 2025, volume penjualan emas ANTM berbalik tajam pada awal tahun ini.
Volume penjualan emas tercatat melonjak 161 persen secara kuartalan menjadi sekitar 2,8 ton per bulan. Walau belum kembali ke level puncak semester I-2025 yang mencapai sekitar 5 ton per bulan, pemulihan ini dinilai menjadi katalis utama kinerja perseroan.
Bukan hanya volume yang meningkat, harga jual emas juga ikut mendongkrak profitabilitas. ASP emas naik 15 persen secara kuartalan menjadi US$5.100 per ons.
Kombinasi volume dan harga itu mendorong net profit margin bisnis emas melonjak ke level 10,4 persen, jauh di atas kisaran rata-rata 5-7 persen sepanjang 2025.
Peningkatan margin ini memperlihatkan bisnis emas kembali menjadi kontributor penting terhadap pertumbuhan laba ANTM.
Harga Nikel Naik, Margin Bisnis Tambang Melesat
Selain emas, bisnis nikel memberi dorongan besar terhadap lonjakan kinerja. ASP bijih nikel naik ke US$66 per wet metric ton (wmt), tumbuh 14 persen secara kuartalan dan melesat 50 persen dibanding periode sama tahun lalu.
- analisis fundamental ANTM 2026
- antam
- ANTM
- BEI
- Emas Antam
- Harga Nikel
- harga nikel dorong laba Antam
- Headline
- Investasi
- kenaikan ASP nikel pengaruh ke laba Antam
- kinerja saham ANTM terbaru 2026
- Komoditas
- laba ANTM kuartal I 2026 melonjak
- laba emiten
- penjualan emas Antam kuartal pertama 2026
- prospek saham ANTM setelah laba naik
- rekomendasi saham
- saham ANTM
- target harga saham ANTM terbaru