Home Market ANTM Meledak di Kuartal I 2026, Laba Melonjak 176 Persen! Lonjakan Harga Nikel dan Emas Jadi Mesin Cuan
Market

ANTM Meledak di Kuartal I 2026, Laba Melonjak 176 Persen! Lonjakan Harga Nikel dan Emas Jadi Mesin Cuan

Bagikan
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membuka 2026 dengan kinerja yang mengejutkan pasar. Emiten tambang pelat merah itu membukukan laba bersih Rp3,4 triliun pada kuartal I-2026,
Ilustrasi - Gedung PT Antam [ANTM]
Bagikan

Laba ANTM Melonjak Tajam, Kinerja Kuartal I Lampaui Ekspektasi

finnews.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membuka 2026 dengan kinerja yang mengejutkan pasar. Emiten tambang pelat merah itu membukukan laba bersih Rp3,4 triliun pada kuartal I-2026, melesat 60 persen secara tahunan (year on year) dan melonjak 176 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Capaian tersebut menjadi sorotan karena jauh melampaui ekspektasi pasar. Realisasi laba itu setara 35 persen dari proyeksi internal dan 38 persen dari konsensus, memicu potensi revisi naik terhadap proyeksi laba tahun berjalan.

Ledakan profitabilitas ini ditopang dua mesin pertumbuhan utama, yakni pemulihan agresif penjualan emas dan kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) bijih nikel.

Pendapatan ANTM ikut terkerek menjadi Rp29 triliun, naik 12 persen secara tahunan. Namun menariknya, pertumbuhan laba melaju jauh lebih cepat dibanding pendapatan, menandakan ekspansi margin yang kuat.

Laba kotor tercatat melonjak 54 persen menjadi Rp5,6 triliun, sementara EBIT melesat 67 persen menjadi Rp4,5 triliun. Ini menegaskan efisiensi operasional dan kenaikan harga komoditas memberi dampak signifikan terhadap bottom line perseroan.

Bisnis Emas Berbalik Jadi Mesin Pertumbuhan

Salah satu pendorong utama lonjakan laba datang dari bisnis emas. Setelah sempat melemah pada akhir 2025, volume penjualan emas ANTM berbalik tajam pada awal tahun ini.

Volume penjualan emas tercatat melonjak 161 persen secara kuartalan menjadi sekitar 2,8 ton per bulan. Walau belum kembali ke level puncak semester I-2025 yang mencapai sekitar 5 ton per bulan, pemulihan ini dinilai menjadi katalis utama kinerja perseroan.

Bukan hanya volume yang meningkat, harga jual emas juga ikut mendongkrak profitabilitas. ASP emas naik 15 persen secara kuartalan menjadi US$5.100 per ons.

Kombinasi volume dan harga itu mendorong net profit margin bisnis emas melonjak ke level 10,4 persen, jauh di atas kisaran rata-rata 5-7 persen sepanjang 2025.

Peningkatan margin ini memperlihatkan bisnis emas kembali menjadi kontributor penting terhadap pertumbuhan laba ANTM.

Harga Nikel Naik, Margin Bisnis Tambang Melesat

Selain emas, bisnis nikel memberi dorongan besar terhadap lonjakan kinerja. ASP bijih nikel naik ke US$66 per wet metric ton (wmt), tumbuh 14 persen secara kuartalan dan melesat 50 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Bagikan
Artikel Terkait
Ilustrasi pergerakan IHSG - Image by Gemini -
Market

IHSG Rebound ke 7.100, Saham Teknologi Ngegas! Ada 3 Rekomendasi Cuan Saat Asing Masih Kabur

IHSG Bangkit di Awal Perdagangan, Level 7.100 Kembali Ditembus finnews.id – Indeks...

GOTO cetak laba perdana Rp258 miliar pada kuartal I 2026, EBITDA tembus Rp907 miliar, fintech melesat dan buyback jadi sentimen baru.
Market

GOTO Cetak Sejarah! Laba Perdana Kuartalan Rp258 Miliar, EBITDA Tembus Rp907 Miliar dan Buyback Jadi Katalis Baru

finnews.id – Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk membuka 2026 dengan...

Ringkasan perdagangan pagi 29 April 2026: Wall Street melemah, IHSG oversold, minyak tembus US$110 dan saham pilihan jadi sorotan investor.
Market

Wall Street Terkoreksi, IHSG Oversold, Minyak Tembus US$110 dan Saham Pilihan Jadi Sorotan

Ringkasan Perdagangan Pagi 29 April 2026:  finnews.id – Sentimen global kembali mengguncang...

INPS kedatangan pengendali baru, sementara TLKM, MNCN, BSDE hingga SSMS diramaikan aksi beli dan divestasi jumbo investor besar.
Market

Pengendali Baru Kuasai INPS, Big Caps Diramaikan Aksi Borong dan Divestasi Jumbo

finnews.id – Peta kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia berubah cepat. Sejumlah...