Volume bijih nikel juga relatif solid di 3,4 juta wmt pada kuartal pertama, naik tipis 2 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Kenaikan harga nikel premium ini berdampak besar terhadap margin. Margin EBIT segmen nikel tercatat meningkat ke sekitar 50 persen, jauh di atas 35 persen pada kuartal I-2025.
Sentimen positif juga datang dari feronikel. ASP FeNi naik ke US$13.500 per ton, tumbuh 12 persen secara kuartalan dan 11 persen tahunan.
Kondisi ini menunjukkan ANTM bukan hanya diuntungkan siklus harga komoditas, tetapi juga berhasil mengonversi momentum pasar menjadi pertumbuhan laba nyata.
Kontribusi Entitas Asosiasi Tambah Kekuatan Fundamental
Dari sisi pendapatan non-operasional, kontribusi entitas asosiasi juga meningkat signifikan.
Pendapatan asosiasi melonjak menjadi Rp205 miliar, naik drastis dibanding Rp52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Salah satu penopang datang dari kontribusi BAI, sementara Weda Bay Nickel hanya menyumbang sekitar 15-20 persen dari total pendapatan asosiasi.
Menariknya, tidak ada beban luar biasa besar yang menggerus laba, selain rugi kurs Rp80 miliar. Artinya, lonjakan laba bersih ini memang banyak ditopang faktor fundamental operasional, bukan keuntungan satu kali.
Valuasi Dinilai Masih Menarik, Saham ANTM Tetap Dijagokan
Meski kinerja kuartal pertama melampaui ekspektasi, proyeksi laba ANTM untuk 2026 dan 2027 sementara masih dipertahankan sambil menunggu detail lanjutan dari paparan kinerja perusahaan.
Namun prospek saham ini masih dinilai menarik. Rekomendasi beli tetap dipertahankan dengan target harga Rp4.850 per saham.
Valuasi ANTM juga disebut masih murah di kisaran 9 kali price to earnings FY26F, dengan potensi pertumbuhan EPS minimal 35 persen tahun ini.
Prospek itu membuat ANTM tetap masuk jajaran top pick di sektor pertambangan, terutama di tengah momentum harga komoditas yang masih kuat.
Risiko Tetap Ada, Tapi Momentum Masih Positif
Meski kinerja impresif, ada sejumlah risiko yang tetap dicermati pasar. Di antaranya potensi penjualan emas dan bijih nikel yang lebih rendah dari perkiraan, risiko eksekusi operasional, hingga potensi tekanan dari kuota RKAB yang dapat memengaruhi kontribusi Weda Bay Nickel.
- analisis fundamental ANTM 2026
- antam
- ANTM
- BEI
- Emas Antam
- Harga Nikel
- harga nikel dorong laba Antam
- Headline
- Investasi
- kenaikan ASP nikel pengaruh ke laba Antam
- kinerja saham ANTM terbaru 2026
- Komoditas
- laba ANTM kuartal I 2026 melonjak
- laba emiten
- penjualan emas Antam kuartal pertama 2026
- prospek saham ANTM setelah laba naik
- rekomendasi saham
- saham ANTM
- target harga saham ANTM terbaru