finnews.id – Setelah kehilangan sejumlah pilar penting, raksasa Merseyside kini terancam kehilangan penyerang internasional asal Belanda, Cody Gakpo.

Pemain berusia 27 tahun tersebut dikabarkan telah memberi tahu pihak manajemen klub bahwa dirinya membuka peluang untuk hengkang pada bursa transfer musim panas ini.

Langkah ini tentu menjadi tantangan besar bagi manajer anyar, Andoni Iraola, yang baru saja menggantikan Arne Slot.

Di bawah kendali arsitek asal Spanyol tersebut, Liverpool diprediksi bakal melewati masa transisi yang cukup berat.

Krisis Skuad Andoni Iraola

Kabar keinginan Gakpo untuk pergi muncul di saat situasi internal Liverpool sedang tidak ideal.

Sebelumnya, publik Anfield sudah harus merelakan kepergian tiga pilar utama secara cuma-cuma, yakni Ibrahima Konate, Andrew Robertson, dan Mohamed Salah.

Kehilangan trio maut ini menyisakan lubang besar yang harus segera ditambal oleh Iraola.

Ditambah lagi, sejumlah pemain pelapis seperti Federico Chiesa juga disebut-sebut masuk dalam daftar jual.

Jika Gakpo benar-benar menyusul, maka Iraola akan kehilangan salah satu pemain senior yang sudah cukup lama mengabdi di Merseyside.

Menurut laporan Soccer News, dilansir SportsMole, Gakpo secara terbuka telah menyampaikan sikapnya yang fleksibel terkait masa depannya di luar Liverpool.

Penurunan Performa dan Minat Klub Rival

Karier Gakpo di Liverpool sebenarnya tidak bisa dikatakan buruk. Dari 180 penampilan bersama The Reds, ia sukses menyumbang 50 gol dan 30 umpan matang.

Namun, pada musim 2025-2026, performanya dinilai menurun drastis hingga membuatnya sering keluar masuk dari daftar susunan pemain utama.

Meski sisa kontraknya masih menyisakan empat tahun, situasi ini tidak menyurutkan minat klub lain. Tottenham Hotspur dikabarkan menjadi salah satu peminat serius.

Selain itu, jurnalis transfer Mounir Boualin mengungkapkan bahwa Newcastle United dan raksasa Jerman, Bayern Munchen, juga memantau situasi sang penyerang.

Hingga saat ini, manajemen Liverpool belum memberikan pernyataan resmi mengenai status Gakpo.