Home Market Saham BBRI Anjlok 16% YTD, BRI Buka Suara: Bukan Karena Kinerja, Ini Biang Keroknya!
Market

Saham BBRI Anjlok 16% YTD, BRI Buka Suara: Bukan Karena Kinerja, Ini Biang Keroknya!

Bagikan
Saham BBRI turun 16% YTD, BRI tegaskan penyebabnya faktor global, bukan fundamental perusahaan.
Dirut BRI, Hery Gunardi
Bagikan

finnews.id – Kinerja saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd) masih berada dalam tekanan. Hingga saat ini, harga saham BBRI tercatat melemah sekitar 16%. Namun, manajemen menilai penurunan tersebut tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa pergerakan saham tidak semata-mata ditentukan oleh performa internal. Ia menyebut, dinamika global dan persepsi investor terhadap pasar Indonesia turut memengaruhi arah harga saham.

Faktor Global Tekan Saham BBRI

Hery menjelaskan, banyak faktor eksternal yang berperan besar dalam membentuk sentimen pasar. Mulai dari kondisi ekonomi global hingga cara investor memandang stabilitas pasar modal domestik.

“Harga saham banyak faktor, tidak hanya fundamental. Ada faktor global, ada persepsi investor terhadap Indonesia dan pasar modal,” ujar Hery dalam Paparan Kinerja Keuangan BRI Kuartal I-2026, Kamis (30/4/2026).

Pernyataan ini menegaskan bahwa tekanan terhadap saham BBRI lebih dipicu oleh kondisi di luar kendali perusahaan, bukan karena adanya penurunan kinerja bisnis.

Fundamental BRI Tetap Kokoh

Di tengah pelemahan harga saham, BRI justru menunjukkan fondasi bisnis yang tetap solid. Hery menyebut, kondisi aset perusahaan tetap terjaga dengan baik, sementara likuiditas dan permodalan berada dalam posisi kuat.

Selain itu, kinerja profitabilitas juga masih menunjukkan hasil positif. Hal ini memperkuat keyakinan manajemen bahwa penurunan harga saham saat ini bersifat sementara.

“Kalau melihat fundamental yang bagus, kami mencermati ini lebih ke faktor eksternal dibandingkan fundamental,” tegasnya.

Dividen Jumbo Jadi Magnet Investor

Di sisi lain, BRI terus berupaya menjaga daya tarik bagi investor melalui pembagian dividen yang agresif. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terakhir, perseroan menetapkan dividend payout ratio sebesar 92% dari laba tahun buku 2025.

Angka tersebut setara dengan Rp 346 per saham, menjadikan BBRI sebagai salah satu emiten dengan pembagian dividen tinggi di pasar.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Harga Emas Antam Terus Melorot ke Rp2,76 Juta per Gram, Buyback Ikut Melemah Rp2,54 Juta

finnews.id – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali...

Market

BI Luncurkan QRIS Indonesia-China, Dorong Ekonomi Digital Makin Kuat dan Mendunia

finnews.id – Bank Indonesia resmi meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sekaligus...

Holding ultra mikro BRI dorong lonjakan laba dan inklusi keuangan lewat sinergi Pegadaian dan PNM.
Market

Strategi Ultra Mikro BRI Meledak! Pegadaian dan PNM Jadi Mesin Laba Baru

finnews.id — PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI [idx: BBRI]  semakin...

BRI catat laba Rp15,63 triliun di awal 2026, didorong kredit tumbuh dan pendapatan bunga yang tetap kuat.
Market

Laba BBRI Melonjak! Tembus Rp15,63 Triliun di Awal 2026, Ini Strategi di Baliknya

finnews.id — Bank BRI [idx: BBRI] kembali menunjukkan tajinya di industri perbankan...