Home Market Saham BBRI Anjlok 16% YTD, BRI Buka Suara: Bukan Karena Kinerja, Ini Biang Keroknya!
Market

Saham BBRI Anjlok 16% YTD, BRI Buka Suara: Bukan Karena Kinerja, Ini Biang Keroknya!

Bagikan
Saham BBRI turun 16% YTD, BRI tegaskan penyebabnya faktor global, bukan fundamental perusahaan.
Dirut BRI, Hery Gunardi
Bagikan

Menurut Hery, kebijakan ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sekaligus mencerminkan kondisi keuangan yang sehat.

“Dividend yield BRI bisa memberikan imbal hasil sekitar 10–11% per tahun. Ini jauh di atas instrumen seperti deposito maupun reksa dana pasar uang,” jelasnya.

Strategi Jangka Panjang Jadi Kunci

Ke depan, BBRI tetap fokus pada penguatan bisnis melalui berbagai strategi transformasi. Langkah ini mencakup penguatan struktur pendanaan, ekspansi kredit secara selektif, hingga percepatan digitalisasi layanan.

Selain itu, perusahaan juga mendorong pengembangan ekosistem bisnis terintegrasi guna meningkatkan daya saing di tengah perubahan industri keuangan.

Dengan strategi tersebut, manajemen optimistis kinerja perusahaan akan terus bertumbuh dan mampu menopang pergerakan saham dalam jangka menengah hingga panjang.

Pesan untuk Investor: Fokus Fundamental

Hery mengingatkan investor agar tidak terjebak pada fluktuasi harga saham harian, terutama bagi mereka yang berorientasi jangka panjang. Ia menekankan pentingnya melihat kualitas perusahaan dan kekuatan fundamental sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.

Menurutnya, saham dengan fundamental kuat atau kategori blue chip memiliki peluang besar untuk kembali menguat ketika kondisi ekonomi membaik.

“Kalau investasi jangka panjang, tidak perlu terlalu melihat naik turun harga saham. Fokus pada fundamental dan kualitas perusahaan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pemulihan kondisi makroekonomi global maupun domestik akan menjadi katalis positif bagi saham-saham unggulan, termasuk BBRI.

“Kalau makro ekonomi membaik, saham-saham dengan fundamental kuat pasti akan ikut naik,” kata Hery menutup pernyataannya. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Market

LPPOM: Rantai Pasok Halal Harus Dimulai dari Hulu, Toko Bahan Baku Wajib Bersertifikat Halal

Langkah ini diharapkan dapat: Mempermudah UMKM mendapatkan bahan baku halal Mempercepat proses...

Market

Harga Emas Antam Terus Melorot ke Rp2,76 Juta per Gram, Buyback Ikut Melemah Rp2,54 Juta

finnews.id – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali...

Market

BI Luncurkan QRIS Indonesia-China, Dorong Ekonomi Digital Makin Kuat dan Mendunia

finnews.id – Bank Indonesia resmi meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sekaligus...

Holding ultra mikro BRI dorong lonjakan laba dan inklusi keuangan lewat sinergi Pegadaian dan PNM.
Market

Strategi Ultra Mikro BRI Meledak! Pegadaian dan PNM Jadi Mesin Laba Baru

Tak berhenti di situ, BRI juga ikut membiayai sekitar 3 juta rumah...