finnews.id – Bank Indonesia resmi meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sekaligus meresmikan implementasi QRIS lintas negara Indonesia–China di Grha Bhasvara Icchana, Kamis (30/4/2026).
Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi bank sentral dalam memperkuat ekosistem digital nasional serta memperluas akses pembayaran non-tunai di kancah internasional.
PIDI dirancang sebagai penghubung antara kebijakan publik, kebutuhan industri, dan pengembangan teknologi. Melalui pendekatan terintegrasi, lembaga ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi digital yang tidak hanya berhenti pada ide, tetapi dapat diimplementasikan menjadi produk dan layanan nyata.
Dalam pelaksanaannya, PIDI akan fokus pada tiga pilar utama, yakni pemetaan inovasi melalui market intelligence, pengembangan solusi teknologi lewat program hackathon, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pengembangan talenta digital.
Salah satu inisiatif unggulan dalam pengembangan talenta adalah program DIGDAYA yang ditujukan untuk mencetak tenaga kerja digital sekaligus membuka peluang kerja baru di sektor teknologi.
Selain peluncuran PIDI, BI juga meresmikan penggunaan QRIS lintas negara antara Indonesia dan China. Sistem ini memungkinkan masyarakat kedua negara melakukan transaksi pembayaran secara praktis tanpa menggunakan uang tunai.
Sebelumnya, uji coba QRIS di China telah mencatatkan kinerja positif dengan volume transaksi mencapai 1,64 juta dan nilai setara Rp556 miliar. Implementasi penuh QRIS ini melibatkan 24 penyelenggara dari Indonesia, terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga non-bank, serta 19 penyelenggara dari China.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyatakan bahwa dari sisi teknis dan bisnis, sistem QRIS lintas negara tersebut telah siap digunakan.
Dengan penambahan China, jaringan QRIS internasional semakin luas. Sebelumnya, sistem pembayaran ini telah lebih dulu digunakan di sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.
Bank Indonesia menilai, kehadiran PIDI dan ekspansi QRIS akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri serta membuka lebih banyak peluang kerja di masa depan.