finnews.id – Nilai tukar rupiah menunjukkan taringnya di tengah ketidakpastian global. Pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah berhasil menguat 32 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.229 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.243 per dolar AS.
Penguatan ini terjadi di tengah tekanan geopolitik global, terutama konflik yang belum menemui titik terang antara Iran dan Amerika Serikat.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai kondisi rupiah masih dibayangi ketidakpastian akibat kebuntuan konflik kedua negara tersebut.
Menurutnya, jalur vital Selat Hormuz yang menjadi urat nadi distribusi energi global masih belum sepenuhnya terbuka. Padahal, jalur ini menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan minyak dan gas dunia.
“Pasokan energi global terganggu karena jalur ini belum sepenuhnya bisa diakses,” ujarnya.
Iran diketahui telah mengajukan proposal untuk membuka kembali jalur tersebut, namun mendapat respons dingin dari pihak Washington. Proposal itu dinilai belum menyentuh isu utama terkait program nuklir Teheran.
Presiden Donald Trump disebut tidak puas dengan tawaran Iran, sehingga membuat negosiasi semakin buntu. Situasi ini memperpanjang ketegangan dan berdampak langsung pada pasar global.
Pasar Tunggu Keputusan The Fed
Selain faktor geopolitik, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Pertemuan The Fed pekan ini dinilai krusial untuk memberikan arah kebijakan moneter ke depan, terutama di tengah tekanan inflasi dan dampak konflik global.
“The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga pada pertemuan kali ini,” kata Ibrahim.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia tercatat berada di level Rp17.245 per dolar AS, sedikit berubah dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.277 per dolar AS.
Meski menguat hari ini, pergerakan rupiah ke depan diperkirakan masih fluktuatif. Kombinasi antara tensi geopolitik dan kebijakan moneter global akan menjadi faktor utama yang menentukan arah mata uang Garuda.