Selain itu, lonjakan harga minyak dunia juga memperburuk sentimen pasar. Investor melihat risiko inflasi global meningkat, sehingga mendorong arus dana kembali ke aset berbasis dolar.
“Kenaikan indeks dolar AS merespons hasil FOMC yang secara umum hawkish, dan harga minyak dunia yang kembali naik setelah Trump mengatakan akan terus memblokade Hormuz hingga ada kesepakatan nuklir,” ujar Lukman.
Proyeksi Rupiah Masih Terbatas
Melihat kondisi saat ini, pergerakan rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan. Kisaran perdagangan hari ini diproyeksikan berada di level Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS.
Rentang ini menunjukkan bahwa pasar masih berhati-hati. Investor menunggu kejelasan arah kebijakan global serta perkembangan konflik di Timur Tengah.
Kombinasi Risiko Global Jadi Faktor Utama
Jika ditarik lebih luas, ada tiga faktor utama yang saat ini menekan rupiah. Pertama, ketegangan geopolitik akibat konflik AS-Iran yang belum menemukan titik terang. Kedua, lonjakan harga minyak yang meningkatkan tekanan inflasi global. Ketiga, sikap hawkish The Fed yang memperkuat dolar AS.
Kombinasi ketiganya menciptakan tekanan berlapis terhadap mata uang negara berkembang. Rupiah pun tidak luput dari dampak tersebut.
Apa yang Perlu Dicermati Investor?
Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar perlu mencermati beberapa indikator penting. Perkembangan negosiasi antara AS dan Iran menjadi faktor utama yang bisa mengubah arah pasar secara cepat.
Selain itu, arah kebijakan The Fed ke depan juga menjadi penentu. Jika tekanan inflasi terus meningkat, peluang kenaikan suku bunga akan semakin besar.
Di sisi lain, pergerakan harga minyak dunia juga perlu diperhatikan. Kenaikan yang berlanjut berpotensi memperburuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Rupiah di Persimpangan Risiko Global
Tekanan terhadap rupiah saat ini mencerminkan kondisi global yang tidak stabil. Blokade Selat Hormuz, sikap hawkish The Fed, serta lonjakan harga minyak menjadi kombinasi yang sulit dihindari.
Selama ketidakpastian ini masih berlangsung, pergerakan rupiah kemungkinan tetap volatil. Investor pun perlu bersikap lebih selektif dan waspada terhadap perubahan sentimen global yang bisa terjadi kapan saja. (*)
- analisis pergerakan rupiah terbaru april 2026
- blokade Selat Hormuz
- dampak fed hawkish terhadap nilai tukar rupiah
- dolar AS menguat
- faktor penguatan dolar AS global
- fed hawkish
- harga minyak dunia
- hubungan harga minyak dunia dan kurs rupiah
- konflik iran AS
- kurs rupiah dolar
- Nilai Tukar Rupiah
- outlook rupiah akibat konflik timur tengah
- pengaruh blokade selat hormuz pada ekonomi indonesia
- penyebab rupiah melemah terhadap dolar hari ini
- prediksi kurs rupiah terhadap dolar as hari ini
- rupiah hari ini