Home Kurs Rupiah Tertekan! Morning News: Fed Hawkish & Blokade Iran Bikin Kurs Tembus Rp17.373/USD
Kurs

Rupiah Tertekan! Morning News: Fed Hawkish & Blokade Iran Bikin Kurs Tembus Rp17.373/USD

Bagikan
Rupiah melemah ke Rp17.373/USD dipicu Fed hawkish dan blokade Iran. Harga minyak naik, dolar menguat.
Mata uang Rupiah
Bagikan

Selain itu, lonjakan harga minyak dunia juga memperburuk sentimen pasar. Investor melihat risiko inflasi global meningkat, sehingga mendorong arus dana kembali ke aset berbasis dolar.

“Kenaikan indeks dolar AS merespons hasil FOMC yang secara umum hawkish, dan harga minyak dunia yang kembali naik setelah Trump mengatakan akan terus memblokade Hormuz hingga ada kesepakatan nuklir,” ujar Lukman.

Proyeksi Rupiah Masih Terbatas

Melihat kondisi saat ini, pergerakan rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan. Kisaran perdagangan hari ini diproyeksikan berada di level Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS.

Rentang ini menunjukkan bahwa pasar masih berhati-hati. Investor menunggu kejelasan arah kebijakan global serta perkembangan konflik di Timur Tengah.

Kombinasi Risiko Global Jadi Faktor Utama

Jika ditarik lebih luas, ada tiga faktor utama yang saat ini menekan rupiah. Pertama, ketegangan geopolitik akibat konflik AS-Iran yang belum menemukan titik terang. Kedua, lonjakan harga minyak yang meningkatkan tekanan inflasi global. Ketiga, sikap hawkish The Fed yang memperkuat dolar AS.

Kombinasi ketiganya menciptakan tekanan berlapis terhadap mata uang negara berkembang. Rupiah pun tidak luput dari dampak tersebut.

Apa yang Perlu Dicermati Investor?

Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar perlu mencermati beberapa indikator penting. Perkembangan negosiasi antara AS dan Iran menjadi faktor utama yang bisa mengubah arah pasar secara cepat.

Selain itu, arah kebijakan The Fed ke depan juga menjadi penentu. Jika tekanan inflasi terus meningkat, peluang kenaikan suku bunga akan semakin besar.

Di sisi lain, pergerakan harga minyak dunia juga perlu diperhatikan. Kenaikan yang berlanjut berpotensi memperburuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Rupiah di Persimpangan Risiko Global

Tekanan terhadap rupiah saat ini mencerminkan kondisi global yang tidak stabil. Blokade Selat Hormuz, sikap hawkish The Fed, serta lonjakan harga minyak menjadi kombinasi yang sulit dihindari.

Selama ketidakpastian ini masih berlangsung, pergerakan rupiah kemungkinan tetap volatil. Investor pun perlu bersikap lebih selektif dan waspada terhadap perubahan sentimen global yang bisa terjadi kapan saja. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Rupiah menguat tipis ke Rp17.214 per dolar AS saat pasar mengabaikan kebuntuan AS-Iran, namun analis mengingatkan risikonya masih tinggi.
Kurs

Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global dan Lonjakan Safe Haven

Sebelumnya, inflasi Maret tercatat melambat ke 3,48 persen. Namun, risiko kenaikan masih...

Kurs

Rupiah Tersungkur! Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Pasar Global Bergejolak

finnews.id – Nilai tukar rupiah kembali terperosok tajam dan makin membuat pelaku pasar...

Kurs

Dolar Menguat & Yen Stabil: Intip Hasil Pertemuan BOJ dan Dampak Konflik Iran Terbaru

“Saya pikir salah satu komponen besar yang membatasi minat beli dolar adalah...

Rupiah menguat ke Rp17.131 per dolar AS pagi ini berkat penurunan harga minyak dunia dan sinyal damai AS-Iran
Kurs

Rupiah Ditutup Perkasa! Menguat di Tengah Konflik Iran-AS, Pasar Tunggu Sikap The Fed

Pelaku pasar pun diminta tetap waspada, mengingat dinamika global masih sangat cepat...