Home Market Trending! BBCA Ambrol ke Level Terendah 3 Tahun, Morgan Stanley Pangkas Proyeksi Emas: Ini 5 Isu Pasar Paling Panas
Market

Trending! BBCA Ambrol ke Level Terendah 3 Tahun, Morgan Stanley Pangkas Proyeksi Emas: Ini 5 Isu Pasar Paling Panas

Bagikan
BBCA jatuh ke level terendah tiga tahun, Morgan Stanley pangkas proyeksi emas, dan bocoran dividen BCA jadi sorotan pasar.
BBCA jatuh ke level terendah tiga tahun, Morgan Stanley pangkas proyeksi emas, dan bocoran dividen BCA jadi sorotan pasar.
Bagikan

finnews.id — Sentimen pasar bergerak cepat menjelang akhir pekan. Dari anjloknya saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), revisi proyeksi harga emas global oleh Morgan Stanley, hingga bocoran pembagian dividen BCA, deretan isu ini menjadi perhatian investor.

Pergerakan pasar pada Jumat (24/4/2026) menunjukkan kombinasi tekanan dan peluang. Saham perbankan besar tertekan, proyeksi emas berubah, sementara investor juga memburu informasi seputar dividen dan harga logam mulia.

Berikut lima isu pasar yang paling banyak menyita perhatian pelaku investasi.

1. Saham BBCA Ambles, Tekan Level Terendah Tiga Tahun

Saham BBCA kembali berada di bawah tekanan pada sesi I perdagangan Jumat. Pada sekitar pukul 09.08 WIB, saham bank swasta terbesar di Indonesia itu turun 1,56 persen ke level Rp6.325.

Tekanan jual bahkan sempat membawa saham ini menyentuh Rp6.300, level terendah dalam tiga tahun terakhir. Koreksi ini langsung menjadi sorotan karena BBCA selama ini dipandang sebagai salah satu saham defensif favorit pasar.

Data perdagangan menunjukkan tekanan berasal dari aksi net sell yang tinggi. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, saham BBCA mencatat net sell Rp91,6 miliar, tertinggi di antara saham-saham yang mengalami tekanan jual pada hari itu.

Koreksi ini memicu spekulasi baru di pasar mengenai arah sektor perbankan besar di tengah dinamika makroekonomi yang berkembang.

2. Morgan Stanley Pangkas Proyeksi Harga Emas

Dari pasar komoditas, perhatian beralih ke emas. Morgan Stanley memangkas proyeksi harga emas hampir 10 persen seiring perubahan lanskap makroekonomi global.

Tim analis komoditas bank investasi asal Amerika Serikat itu memproyeksikan harga emas pada paruh kedua 2026 berada US$500 lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya yang mencapai US$5.700 per troy ons.

Revisi ini memunculkan banyak tafsir di pasar. Pasalnya, emas selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian global.

Perubahan proyeksi dari institusi global sebesar Morgan Stanley juga sering menjadi acuan investor dalam mengatur ulang strategi portofolio.

3. Harga Emas Perhiasan Jadi Sorotan

Selain proyeksi global, harga emas perhiasan domestik juga ikut menarik perhatian investor ritel dan pembeli.

Bagikan
Artikel Terkait
Jadwal RUPS 27-30 April 2026 padat. Buyback, dividen, hingga perubahan direksi di BMRI, KRAS, AKRA dan emiten lain jadi sorotan investor.
Market

Jadwal RUPS Emiten Padat Pekan Depan, Buyback hingga Dividen Jadi Sorotan Investor

finnews.id – Memasuki periode 27-30 April 2026, pasar modal nasional bersiap menghadapi...

Harga minyak melonjak tajam sepekan meski volatil, dipicu risiko pasokan terganggu dan ketegangan Selat Hormuz yang belum mereda.
Market

Harga Minyak Meledak Pekan Ini, Brent Melonjak 16 Persen Saat Pasar Cemas Selat Hormuz Memanas

finnews.id – Pasar minyak global kembali memberi kejutan. Setelah bergerak liar sepanjang...

Market

Promo Kuliner April Best City Hotel Yogyakarta, Nikmati Iga Sapi Hanya Rp 50 Ribu

finnews.id – Bulan April 2026 menjadi momen yang tepat, untuk menikmati beragam...

Market

Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP, Maksimal 25 Kg per Orang untuk Cegah Penimbunan

finnews.id – Pemerintah resmi membatasi pembelian beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga...