finnews.id – Pemerintah terus mengembangkan peran Koperasi Desa (Kopdes) Merah, tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi pusat layanan kesehatan .
Inisiatif ini diharapkan mampu menjawab keterbatasan fasilitas medis,yang selama ini masih dirasakan di berbagai wilayah pedesaan.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa ke depan setiap Kopdes Merah Putih akan dilengkapi fasilitas berupa apotek dan klinik desa.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini juga nanti akan dilengkapi dengan gerai obat dan klinik kesehatan di desa-desa supaya orang desa bisa mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan,” ungkap Ferry Juliantono.
Kehadiran layanan tersebut bertujuan untuk mendekatkan akses kesehatan, sekaligus memberikan jaminan pelayanan yang lebih merata bagi warga desa.
Selama ini, salah satu persoalan utama di desa adalah terbatasnya ketersediaan obat dan fasilitas kesehatan. Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum terjangkau program jaminan kesehatan nasional.
Dengan adanya klinik dan gerai obat di koperasi desa, diharapkan kebutuhan dasar kesehatan masyarakat bisa terpenuhi tanpa harus pergi jauh ke kota.
“Jadi nanti harapannya kami Kementerian Koperasi bersama Kementerian Kesehatan bersama BPJS Kesehatan akan melakukan penandatanganan surat keputusan bersama,” jelasnya.
Untuk merealisasikan program ini, Kementerian Koperasi akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan serta BPJS Kesehatan.
Kolaborasi tersebut rencananya akan dituangkan dalam bentuk kesepakatan resmi guna memperluas jangkauan layanan kesehatan di tingkat desa.
Kopdes Merah Putih sendiri, dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa dengan berbagai unit usaha.
Selain klinik dan apotek, koperasi ini juga akan memiliki gerai sembako, layanan simpan pinjam, fasilitas logistik, hingga penyimpanan dingin (cold storage).
Bahkan, satu unit usaha tambahan dapat disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing daerah.
Lebih dari sekadar lembaga ekonomi, koperasi ini juga diproyeksikan menjadi pusat layanan terpadu bagi masyarakat desa.