Home Infrastruktur Korea Selatan Tanam Investasi Rp429 Miliar di KEK Industropolis Batang
Infrastruktur

Korea Selatan Tanam Investasi Rp429 Miliar di KEK Industropolis Batang

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Kawasan industri KEK Industropolis Batang kembali mencuri perhatian investor global. Kali ini, investasi asing langsung (FDI) datang dari Korea Selatan melalui PT Simone Batang Indonesia dengan nilai mencapai Rp429 miliar.

Masuknya investasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia semakin dilirik sebagai basis produksi strategis di kawasan Asia, khususnya untuk industri manufaktur berbasis ekspor.

Kepercayaan Investor Global Meningkat

Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menegaskan bahwa kehadiran investor global seperti PT Simone mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap iklim investasi di Indonesia.

Menurutnya, kawasan ini kini menjadi bagian penting dalam rantai pasok global, seiring tren perusahaan internasional yang menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi untuk memenuhi pasar ekspor.

Daya Tarik KEK Batang

Perkembangan pesat KEK Industropolis Batang tidak lepas dari berbagai keunggulan yang ditawarkan, antara lain:

  • Infrastruktur industri yang terintegrasi
  • Kemudahan perizinan investasi
  • Dukungan penuh dari pemerintah
  • Fasilitas lengkap bagi perusahaan global

Keunggulan tersebut membuat kawasan ini semakin kompetitif dibandingkan negara lain di Asia Tenggara.

Efek Berganda untuk Ekonomi Lokal

Investasi besar ini diproyeksikan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Selain membuka lapangan kerja baru, kehadiran industri manufaktur global juga akan mendorong tumbuhnya sektor pendukung seperti logistik, jasa, dan UMKM lokal.

Profil Global PT Simone

PT Simone Batang Indonesia merupakan bagian dari perusahaan manufaktur global yang telah berdiri sejak 1987. Grup ini memiliki jaringan produksi di berbagai negara seperti Vietnam dan Kamboja.

Secara global, perusahaan tersebut menguasai sekitar 10 persen pangsa pasar dunia dan bahkan mencapai 30 persen di pasar Amerika Serikat, dengan nilai ritel produk menyentuh sekitar 7 miliar dolar AS.

Indonesia Jadi Basis Produksi Jangka Panjang

Direktur Utama Kim Jung Shik menyebut Indonesia sebagai lokasi strategis untuk ekspansi industri manufaktur jangka panjang di Asia.

Ia menilai KEK Batang memiliki kombinasi ideal antara kebijakan pemerintah, kesiapan kawasan industri, serta potensi tenaga kerja yang kompetitif.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Infrastruktur

Jumlah SPKLU di Indonesia Kini Tembus 4.892 Unit, Pemerintah Genjot Infrastruktur Kendaraan Listrik hingga 2030

finnews.id – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus...

Infrastruktur

Penyeberangan Sat Set !! ASDP Siapkan Formula Merak-Bakauheni untuk Jalur Lain

finnews.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersiap memperluas pola operasional kapal...

Perbaikan Jalan Tol (jasamarga)
Infrastruktur

Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Kembali Diberlakukan, Pengendara Diminta Antisipasi Perjalanan

finnews.id – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) kembali menerapkan rekayasa lalu lintas...

Infrastruktur

Bekasi Mulai Rapikan Kabel Semrawut, Proyek Ducting Resmi Digeber !!

finnews.id – Pemerintah Kota Bekasi semakin serius membenahi wajah kota, lewat pembangunan...