FINNEWS.ID – Wabah hantavirus yang muncul di kapal pesiar mewah MV Hondius menjadi perhatian dunia setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menegaskan situasi ini tidak sama seperti awal pandemi COVID-19 enam tahun lalu.
WHO meminta masyarakat tetap waspada tanpa perlu panik. Otoritas kesehatan internasional kini tengah melacak puluhan penumpang yang sempat turun dari kapal tersebut di berbagai wilayah.
WHO Tegaskan Situasi Tidak Seperti Pandemi COVID-19
Epidemiolog penyakit menular WHO, Maria van Kerkhove, mengatakan penyebaran hantavirus pada kasus ini tidak menyerupai COVID-19 yang sangat mudah menular melalui udara dalam skala besar.
Menurutnya, penularan virus ini terjadi melalui kontak yang sangat dekat dan intens.
“Kondisinya tidak sama seperti enam tahun lalu saat COVID-19 muncul,” ujar Maria van Kerkhove dalam konferensi pers WHO.
Pernyataan itu disampaikan setelah muncul kekhawatiran global mengenai kemungkinan lahirnya wabah baru di atas kapal pesiar MV Hondius yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions.
Tiga Orang Meninggal Dunia
WHO menyebut lima dari delapan kasus dugaan hantavirus telah dikonfirmasi. Tiga orang di antaranya meninggal dunia, termasuk seorang perempuan Belanda berusia 69 tahun yang dipastikan terinfeksi virus tersebut.
Suaminya yang juga warga Belanda serta seorang perempuan asal Jerman turut meninggal dunia. Otoritas kesehatan masih menyelidiki dua kasus terakhir untuk memastikan kaitannya dengan infeksi yang sama.
Kasus ini menjadi perhatian karena WHO mendokumentasikan adanya penularan antar manusia, sesuatu yang sebelumnya sangat jarang terjadi pada hantavirus.
Kapal Pesiar MV Hondius Jadi Sorotan
Kapal pesiar MV Hondius memulai perjalanan dari Ushuaia pada 1 April 2026 dan dijadwalkan tiba di Kepulauan Canary.
Sekitar 150 penumpang dan kru dari 28 negara awalnya berada di atas kapal tersebut. Namun, puluhan penumpang sempat turun di pulau Saint Helena pada 24 April.
Pemerintah Belanda menyebut sekitar 40 orang telah meninggalkan kapal, termasuk seorang warga Swiss yang kini dipastikan positif hantavirus.
Di antara mereka terdapat tujuh warga negara Inggris. Badan Keamanan Kesehatan Inggris atau UKHSA menyatakan dua warga Inggris kini menjalani isolasi mandiri di Inggris, sementara proses pelacakan terhadap penumpang lain masih berlangsung.