finnews.id – Pasar minyak global kembali memberi kejutan. Setelah bergerak liar sepanjang perdagangan Jumat (24/4/2026), harga minyak akhirnya menutup pekan dengan lonjakan tajam, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan dan tensi geopolitik yang belum mereda di Selat Hormuz.
Meski sempat berbalik arah beberapa kali, harga minyak tetap melesat dalam hitungan mingguan. Brent melonjak sekitar 16%, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik hampir 13%.
Kenaikan itu menegaskan satu pesan ke pasar: kekhawatiran soal pasokan global belum hilang.
Brent Tembus US$105, Pasar Fokus Risiko Pasokan
Minyak Brent ditutup di US$105,33 per barel, naik 26 sen atau sekitar 0,3%. Di sisi lain, minyak mentah AS WTI ditutup di US$94,40 per barel, turun US$1,45 atau 1,5%.
Meski WTI terkoreksi pada penutupan harian, reli mingguan yang tercipta menunjukkan tekanan beli masih dominan.
Pasar terus menimbang dua kekuatan yang saling tarik-menarik: harapan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran, melawan risiko nyata terganggunya pasokan energi dunia.
Kombinasi dua faktor itu membuat volatilitas melonjak, namun justru menjaga harga tetap tinggi.
Selat Hormuz Jadi Pemicu Utama Lonjakan Harga
Perhatian utama pasar masih tertuju pada Selat Hormuz, jalur vital yang sebelumnya mengalirkan sekitar seperlima produksi minyak global.
Lalu lintas di jalur strategis itu masih praktis terhambat.
Data pelayaran menunjukkan hanya lima kapal, termasuk satu tanker produk minyak Iran, yang melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir.
Angka itu memicu alarm di pasar energi.
Kekhawatiran makin besar setelah Iran merilis video pasukan komando menaiki kapal kargo di kawasan tersebut, memicu spekulasi eskalasi baru.
Pada awal sesi perdagangan, sentimen ini sempat mendorong harga minyak melonjak sekitar 2%.
Pasar langsung membaca potensi gangguan pasokan sebagai risiko serius.
Pembicaraan Damai Bikin Harga Berbalik Arah Berkali-kali
Namun reli itu tidak berjalan lurus.
Harga sempat kehilangan tenaga setelah muncul laporan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi akan ke Islamabad untuk membahas proposal pembukaan kembali pembicaraan damai dengan Amerika Serikat.
- analisis kenaikan WTI dan Brent terbaru
- dampak konflik Iran terhadap pasokan minyak global
- harga crude oil
- harga minyak Brent naik karena Selat Hormuz
- harga minyak dunia
- harga minyak naik
- Headline
- konflik iran AS
- minyak Brent
- pasar energi
- pasokan minyak global
- penyebab harga minyak dunia melonjak pekan ini
- Perang Timur Tengah
- risiko perang Timur Tengah dorong harga minyak
- Selat Hormuz
- WTI