Home Market Harga Minyak Meledak Pekan Ini, Brent Melonjak 16 Persen Saat Pasar Cemas Selat Hormuz Memanas
Market

Harga Minyak Meledak Pekan Ini, Brent Melonjak 16 Persen Saat Pasar Cemas Selat Hormuz Memanas

Bagikan
Harga minyak melonjak tajam sepekan meski volatil, dipicu risiko pasokan terganggu dan ketegangan Selat Hormuz yang belum mereda.
Ilustrasi sumur minyak - Dok. ESDM -
Bagikan

Pasar kembali goyah ketika laporan lain menyebut Presiden Donald Trump mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk pembicaraan dengan Iran.

Bahkan Trump mengatakan Iran tengah menyiapkan proposal untuk memenuhi tuntutan Washington.

“Mereka sedang mengajukan tawaran dan kita akan melihatnya,” ujar Trump.

Setiap kabar diplomasi langsung mengguncang harga, membuat minyak berbalik arah berkali-kali dalam sehari.

Namun ketidakpastian hasil negosiasi membuat pasar tetap enggan melepas posisi bullish sepenuhnya.

Trader Waspadai Akhir Pekan yang Sulit Diprediksi

Volatilitas tinggi juga dipicu reposisi pelaku pasar menjelang akhir pekan.

Tamas Varga dari broker minyak PVM mengatakan banyak trader melikuidasi posisi panjang karena situasi geopolitik sulit ditebak.

“Trader sedang melikuidasi posisi panjang menjelang akhir pekan yang sangat tidak dapat diprediksi dan akan menyesuaikan kembali posisi mereka pada Minggu malam berdasarkan perkembangan Iran,” ujarnya.

Pernyataan ini menggambarkan bagaimana pasar energi kini sangat sensitif terhadap perkembangan per jam, bukan lagi per minggu.

Potensi Konflik Berkepanjangan Dukung Harga Minyak Lebih Tinggi

Meski ada sinyal diplomasi, pasar belum percaya risiko perang mereda sepenuhnya.

Konsultan energi Jim Ritterbusch menilai gencatan senjata tanpa batas belum berarti konflik benar-benar selesai.

“Seiring meningkatnya ketegangan minggu ini karena tidak adanya pertemuan AS-Iran, gencatan senjata tanpa batas kemungkinan akan tetap disertai konflik yang berlanjut,” katanya.

Menurut dia, kondisi ini menopang harga lebih tinggi, terutama untuk Brent dan diesel yang sangat sensitif terhadap gangguan pasokan perang.

Artinya, bahkan skenario “damai parsial” belum tentu menekan harga minyak dalam waktu dekat.

Harga Minyak Bisa Cetak Rekor Baru Tahun Ini?

Prospek pasar bahkan mulai mengarah lebih agresif.

Haitong Futures menilai bila pembicaraan damai tidak menunjukkan kemajuan hingga akhir April dan konflik kembali meningkat, harga minyak berpotensi mencetak level tertinggi baru tahun ini.

Bagikan
Artikel Terkait
BBCA jatuh ke level terendah tiga tahun, Morgan Stanley pangkas proyeksi emas, dan bocoran dividen BCA jadi sorotan pasar.
Market

Trending! BBCA Ambrol ke Level Terendah 3 Tahun, Morgan Stanley Pangkas Proyeksi Emas: Ini 5 Isu Pasar Paling Panas

Pada Jumat pagi, harga emas perhiasan tercatat bertahan di Raja Emas Indonesia,...

Jadwal RUPS 27-30 April 2026 padat. Buyback, dividen, hingga perubahan direksi di BMRI, KRAS, AKRA dan emiten lain jadi sorotan investor.
Market

Jadwal RUPS Emiten Padat Pekan Depan, Buyback hingga Dividen Jadi Sorotan Investor

Tren ini dibaca pasar sebagai bagian dari penguatan tata kelola sekaligus penyesuaian...

Market

Promo Kuliner April Best City Hotel Yogyakarta, Nikmati Iga Sapi Hanya Rp 50 Ribu

finnews.id – Bulan April 2026 menjadi momen yang tepat, untuk menikmati beragam...

Market

Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP, Maksimal 25 Kg per Orang untuk Cegah Penimbunan

Dengan adanya pembatasan, diharapkan beras bersubsidi dapat dinikmati lebih merata oleh masyarakat,...