Pasar kembali goyah ketika laporan lain menyebut Presiden Donald Trump mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk pembicaraan dengan Iran.
Bahkan Trump mengatakan Iran tengah menyiapkan proposal untuk memenuhi tuntutan Washington.
“Mereka sedang mengajukan tawaran dan kita akan melihatnya,” ujar Trump.
Setiap kabar diplomasi langsung mengguncang harga, membuat minyak berbalik arah berkali-kali dalam sehari.
Namun ketidakpastian hasil negosiasi membuat pasar tetap enggan melepas posisi bullish sepenuhnya.
Trader Waspadai Akhir Pekan yang Sulit Diprediksi
Volatilitas tinggi juga dipicu reposisi pelaku pasar menjelang akhir pekan.
Tamas Varga dari broker minyak PVM mengatakan banyak trader melikuidasi posisi panjang karena situasi geopolitik sulit ditebak.
“Trader sedang melikuidasi posisi panjang menjelang akhir pekan yang sangat tidak dapat diprediksi dan akan menyesuaikan kembali posisi mereka pada Minggu malam berdasarkan perkembangan Iran,” ujarnya.
Pernyataan ini menggambarkan bagaimana pasar energi kini sangat sensitif terhadap perkembangan per jam, bukan lagi per minggu.
Potensi Konflik Berkepanjangan Dukung Harga Minyak Lebih Tinggi
Meski ada sinyal diplomasi, pasar belum percaya risiko perang mereda sepenuhnya.
Konsultan energi Jim Ritterbusch menilai gencatan senjata tanpa batas belum berarti konflik benar-benar selesai.
“Seiring meningkatnya ketegangan minggu ini karena tidak adanya pertemuan AS-Iran, gencatan senjata tanpa batas kemungkinan akan tetap disertai konflik yang berlanjut,” katanya.
Menurut dia, kondisi ini menopang harga lebih tinggi, terutama untuk Brent dan diesel yang sangat sensitif terhadap gangguan pasokan perang.
Artinya, bahkan skenario “damai parsial” belum tentu menekan harga minyak dalam waktu dekat.
Harga Minyak Bisa Cetak Rekor Baru Tahun Ini?
Prospek pasar bahkan mulai mengarah lebih agresif.
Haitong Futures menilai bila pembicaraan damai tidak menunjukkan kemajuan hingga akhir April dan konflik kembali meningkat, harga minyak berpotensi mencetak level tertinggi baru tahun ini.
- analisis kenaikan WTI dan Brent terbaru
- dampak konflik Iran terhadap pasokan minyak global
- harga crude oil
- harga minyak Brent naik karena Selat Hormuz
- harga minyak dunia
- harga minyak naik
- Headline
- konflik iran AS
- minyak Brent
- pasar energi
- pasokan minyak global
- penyebab harga minyak dunia melonjak pekan ini
- Perang Timur Tengah
- risiko perang Timur Tengah dorong harga minyak
- Selat Hormuz
- WTI