Home Infrastruktur Hutama Karya Cetak Laba Rp464 Miliar di Awal 2026, Strategi Efisiensi Jadi Penopang di Tengah Tekanan Global
Infrastruktur

Hutama Karya Cetak Laba Rp464 Miliar di Awal 2026, Strategi Efisiensi Jadi Penopang di Tengah Tekanan Global

Bagikan
Hutama Karya mencetak laba Rp464 miliar pada Triwulan I 2026, melampaui target 172 persen didorong efisiensi, penguatan tol, dan progres JTTS.
Hutama Karya mencetak laba Rp464 miliar pada Triwulan I 2026, melampaui target 172 persen didorong efisiensi, penguatan tol, dan progres JTTS.
Bagikan

finnews.id – PT Hutama Karya (Persero) membuka 2026 dengan capaian yang melampaui rencana bisnis. Pada triwulan I 2026, perusahaan konstruksi pelat merah itu membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp464 miliar atau mencapai 172,49 persen dari target RKAP periode yang sama sebesar Rp269 miliar.

Capaian ini muncul di tengah tekanan ekonomi global yang masih tinggi. Gejolak nilai tukar, fluktuasi harga komoditas, hingga risiko perlambatan ekonomi justru dijawab perseroan lewat disiplin finansial dan strategi efisiensi yang agresif.

Segmen Jalan Tol Jadi Penopang Utama Laba

Pertumbuhan laba Hutama Karya terutama didorong dua mesin bisnis utama. Segmen pengoperasian jalan tol menyumbang Earning After Tax (EAT) sebesar Rp333 miliar. Sementara anak usaha PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) menambah kontribusi Rp167 miliar.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat laba Rp448 miliar, capaian tahun ini menunjukkan pertumbuhan sekaligus mengonfirmasi ketahanan bisnis perseroan.

Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro menyebut hasil kuartal pertama menjadi bukti infrastruktur yang dikelola secara disiplin tetap mampu mencetak pertumbuhan di tengah tantangan ekonomi.

“Di tengah ketidakpastian global, kami justru membuktikan bahwa infrastruktur yang dikelola dengan disiplin finansial adalah investasi yang tahan banting,” ujar Koentjoro.

Utang Turun, Fondasi Keuangan Makin Solid

Tidak hanya laba yang tumbuh, struktur keuangan Hutama Karya juga menguat. Total aset konsolidasi tercatat mencapai Rp189,84 triliun. Sementara ekuitas naik 2,31 persen secara tahunan menjadi Rp141,64 triliun.

Di saat bersamaan, total utang berhasil ditekan 15,34 persen secara year on year. Tren ini memperlihatkan fokus perusahaan bukan hanya mengejar ekspansi, tetapi juga memperkuat kesehatan neraca.

Penguatan fundamental itu ditopang order book sebesar Rp36,37 triliun, dengan mayoritas berasal dari proyek pemerintah yang menopang prospek bisnis ke depan.

Pendapatan Tembus Rp4,67 Triliun, Fokus pada Proyek Strategis

Dari sisi pendapatan, Hutama Karya mencatat perolehan Rp4,67 triliun pada triwulan pertama atau 82,11 persen dari target RKAP.

Bagikan
Artikel Terkait
Infrastruktur

Peluang Emas Investasi IKN: Penajam Siapkan Kawasan Industri Buluminung Jadi Pusat Ekonomi Baru

finnews.id – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini bergerak cepat mengambil...

Infrastruktur

Inovasi Kopdes Merah Putih, Dari Pusat Ekonomi hingga Layanan Kesehatan Desa

finnews.id – Pemerintah terus mengembangkan peran Koperasi Desa (Kopdes) Merah, tidak hanya...

Infrastruktur

Ditargetkan Tampung 22 Ribu Jamaah, Update Kampung Haji Indonesia di Arab

finnews.id – Pengembangan kawasan khusus jamaah Indonesia di Makkah atau yang dikenal...

Infrastruktur

Kerja Sama Ekonomi Jateng – Aceh Capai Rp 1,06 Triliun, Dorong Pertumbuhan Daerah

finnews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Aceh, resmi menjalin...