finnews.id – Memasuki periode 27-30 April 2026, pasar modal nasional bersiap menghadapi agenda padat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Public Expose dari puluhan emiten. Deretan agenda ini menjadi perhatian investor karena memuat isu strategis mulai dari pembagian dividen, buyback saham, perubahan direksi-komisaris, hingga perubahan anggaran dasar dan ekspansi bisnis.

Sejumlah pelaku pasar menilai jadwal RUPS pekan ini berpotensi menjadi katalis pergerakan saham, terutama untuk emiten-emiten besar yang masuk radar investor. Dari sektor perbankan, komoditas, asuransi, konsumsi hingga baja, agenda korporasi kali ini dinilai sarat sentimen.

Bank Besar hingga Emiten Jumbo Gelar RUPS, Investor Pantau Dividen dan Buyback

Perhatian pasar tertuju pada sejumlah emiten papan atas seperti BMRI, BJBR, AKRA, KRAS, JPFA hingga ABMM yang menjadwalkan RUPS dalam sepekan ini.

Bank Mandiri (BMRI) menjadi salah satu sorotan karena agenda rapat tidak hanya membahas laporan tahunan dan penggunaan laba bersih, namun juga rencana pembelian kembali saham atau buyback, perubahan susunan pengurus, hingga pembaruan recovery plan.

Agenda buyback juga muncul di JPFA, yang selain membahas penggunaan laba, juga mengusulkan pembelian kembali saham dan perubahan anggaran dasar. Bagi investor, agenda seperti ini kerap dibaca sebagai sinyal penting terhadap strategi korporasi dan valuasi saham.

Sementara itu, BJBR masuk radar karena selain potensi pembagian dividen, emiten perbankan ini membawa agenda perubahan struktur direksi serta pengkinian rencana aksi pemulihan.

Dari sektor industri dan energi, KRAS turut menarik perhatian pasar karena membawa agenda besar mulai dari penggunaan laba, konversi obligasi wajib konversi (OWK), RJPP 2026-2030, hingga perubahan anggaran dasar.

Perubahan Direksi dan Komisaris Mendominasi Agenda RUPS

Selain isu dividen, perubahan susunan pengurus menjadi tema dominan dalam mayoritas RUPS pekan ini. Emiten seperti ASLI, AMAG, ASJT, BOLT, JMAS, ZYRX, LPGI hingga BBYB memasukkan perubahan direksi atau dewan komisaris dalam agenda rapat.