Home Hukum & Kriminal TERBAIK DI DUNIA! Ini 3 Polisi Hong Kong yang Ajari Polri Teknik Kendalikan Unjuk Rasa
Hukum & Kriminal

TERBAIK DI DUNIA! Ini 3 Polisi Hong Kong yang Ajari Polri Teknik Kendalikan Unjuk Rasa

Bagikan
Ini 3 Polisi Hong Kong yang Ajari Polri Teknik Kendalikan Unjuk Rasa
Ini 3 Polisi Hong Kong yang Ajari Polri Teknik Kendalikan Unjuk Rasa
Bagikan

Finnews.id – Mabes Polri menghadirkan tiga perwira Hong Kong Police Force (HKPF) sebagai pembicara utama dalam Apel Kasatwil 2025 di Cikeas, Bogor, belum lama ini.

Mereka diundang untuk memperkenalkan model penanganan aksi massa yang dinilai efektif dan relevan diterapkan di Indonesia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan Polri kini bergerak menuju pendekatan baru: dari sekadar menjaga demonstrasi, menjadi memberikan pelayanan kepada peserta aksi.

“Kami ingin mengubah doktrin dari yang sebelumnya menjaga, menjadi melayani. Ini tentang menghormati kebebasan menyampaikan pendapat,” tegas Listyo Sigit.

Keputusan mengundang HKPF ini dianggap sebagai langkah strategis. Mengingat kepolisian Hong Kong dikenal memiliki salah satu sistem manajemen kerumunan paling terstruktur di dunia.

Tiga Ahli HKPF Bongkar Strategi Penanganan Massa

Perwakilan HKPF yang hadir dalam Apel Kasatwil 2025 adalah:

  • Mr. David Jordan, Assistant Commissioner of Police
  • Mr. Justin Shave, Deputy Commandant, Police Tactical Headquarters
  • Mr. Ho Shun-wing, Acting Senior Superintendent, Complaints & Internal Investigations

Mereka mempresentasikan topik manajemen acara publik, teknik pengendalian massa, serta tata kelola etika kepolisian.

Sesi diskusi dipandu oleh Kompol Yuliana Ratih dari KJRI Hong Kong. Kolaborasi ini juga merupakan bukti eratnya hubungan HKPF dengan KJRI Hong Kong yang selama ini bekerja sama di bidang peningkatan kapasitas kepolisian.

Penanganan Demonstrasi Masuk Reformasi Polri 

Sigit menyebut perubahan pola penanganan aksi massa menjadi prioritas karena terkait langsung dengan stabilitas negara.

Penanganan yang tidak tepat dapat menimbulkan kerusuhan, merusak fasilitas publik, hingga mengganggu aktivitas ekonomi.

“Jika tidak dikendalikan, dampaknya bisa mengganggu stabilitas kamtibmas dan sektor ekonomi,” jelasnya.

Transformasi ini juga disesuaikan dengan regulasi baru seperti KUHP dan konsep Polri yang lebih responsif terhadap dinamika kebebasan sipil.

Selain penanganan aksi massa, Kapolri juga menegaskan pentingnya pembenahan layanan publik.

Polri disebut sedang melakukan konsolidasi internal untuk memastikan pelayanan semakin cepat, mudah, dan memenuhi ekspektasi masyarakat.

“Kami ingin mewujudkan Polri yang lebih adaptif, responsif, dan sesuai harapan publik,” ujar Kapolri.

Apel Kasatwil 2025 juga dihadiri Atase Kepolisian dari sejumlah negara. Dari 10 undangan internasional, 7 negara hadir, yaitu:

  • Australia
  • Amerika Serikat (FBI)
  • China
  • Filipina
  • Jepang
  • Malaysia
  • Prancis

Kehadiran mereka memperkuat kerja sama dan stabilitas keamanan regional. Partisipasi Hong Kong Police Force dalam forum strategis ini menandai keseriusan Polri mempercepat reformasi institusi. Fokusnya jelas: menghadirkan kepolisian yang lebih modern, humanis, dan berstandar global.

Bagikan
Artikel Terkait
Hukum & Kriminal

Ketua Ombudsman Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi Nikel dan Dijebloskan ke Tahanan, Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar dari PT TSHI

finnews.id – Kejaksaan Agung menetapkan Ketua Ombudsman RI periode 2026-2031, Hery Susanto,...

Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Disorot, Komnas Perempuan Desak Proses Hukum! 

finnews.id – Kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia...

Hukum & Kriminal

Briptu BTS Dijatuhi Sanksi Demosi 11 Tahun! Terbukti Rekam Polwan Lagi Mandi

finnews.id – Sidang Komisi Kode Etik Polri menjatuhkan sanksi tegas kepada Briptu...

Hukum & Kriminal

Heboh! Anggota Polisi Terseret Kasus Pabrik Narkoba Zenith di Semarang

finnews.id – Polda Metro Jaya membenarkan keterlibatan seorang oknum anggota Polri dalam...