finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor industri pengolahan atau manufaktur Indonesia baru saja mencatatkan performa yang bikin iri negara tetangga. Bank Indonesia (BI) baru saja merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa mesin-mesin pabrik di tanah air sedang “ngegas” di awal tahun ini. Jangan sampai kamu ketinggalan informasi krusial ini, karena angka-angka ini menjadi penentu arah ekonomi kita ke depan!

Melalui rilis resminya, Bank Indonesia mengonfirmasi bahwa lapangan usaha industri pengolahan pada triwulan I 2026 tumbuh semakin solid di zona ekspansi. Artinya, industri kita bukan cuma bertahan, tapi lagi tumbuh-tumbuhnya! Fenomena ini terlihat jelas dari angka Prompt Manufacturing Index (PMI) BI yang terus merangkak naik meninggalkan level stagnan.

Data Bicara: PMI-BI Tembus Level Ekspansi yang Lebih Tinggi

Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, menjelaskan bahwa indeks PMI-BI pada triwulan pertama tahun 2026 menyentuh angka 52,03 persen. Angka sakti ini melampaui capaian triwulan sebelumnya yang tertahan di level 51,86 persen. Bagi para investor dan pelaku usaha, indeks di atas 50 persen adalah sinyal kuat bahwa sektor manufaktur sedang dalam kondisi sangat sehat.

Apa sih yang bikin indeks ini terbang? Ternyata ada tiga mesin utama yang mendorongnya. Pertama, volume persediaan barang jadi yang mencapai 54,43 persen. Kedua, volume produksi yang melesat di angka 54,07 persen. Dan yang paling penting, volume total pesanan masuk berada di level 53,20 persen. Ini artinya, barang-barang buatan Indonesia lagi laku keras dan pesanan terus mengalir masuk ke meja para pengusaha.

Industri Kertas dan Alas Kaki Jadi Jawara Manufaktur

Kalau kita bedah lebih dalam ke sub-sektornya, ada beberapa bidang yang performanya bener-bener “gila”. Industri kertas dan barang dari kertas, serta percetakan dan reproduksi media rekaman menjadi jawara dengan indeks tertinggi mencapai 57,27 persen. Kamu pasti sering lihat kan permintaan kemasan dan produk kertas yang makin meningkat belakangan ini?