Home Ekonomi Tak Baik-baik saja, IHSG Jebol 3 Persen, Apa Penyebabnya?
Ekonomi

Tak Baik-baik saja, IHSG Jebol 3 Persen, Apa Penyebabnya?

IHSG anjlok parah

Bagikan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 3,08 persen ke level 6.396 pada penutupan perdagangan sesi I hari Selasa
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 3,08 persen ke level 6.396 pada penutupan perdagangan sesi I hari Selasa
Bagikan

Finnews.id – EKONOMI  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 3,08 persen ke level 6.396 pada penutupan perdagangan sesi I hari Selasa (19/5/2026).

Sentimen negatif dipicu oleh beredarnya kabar mengenai rencana pemerintah mengatur ekspor komoditas melalui satu badan khusus negara.

Kelesuan pasar saham ini dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi pengendalian harga, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Aturan baru yang sedang digodok dikabarkan bakal mewajibkan para eksportir menjual produk mereka kepada entitas bentukan pemerintah tersebut.

Kebijakan satu pintu tersebut rencananya akan mengatur komoditas strategis nasional.

Beberapa komoditas yang masuk dalam pusaran regulasi baru ini meliputi minyak kelapa sawit, mineral logam, hingga batu bara.

Kabar tersebut langsung memukul harga saham sejumlah emiten raksasa di sektor pertambangan secara signifikan.

Penurunan tajam melanda saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).

Nilai transaksi saham BUMI menyentuh Rp1,05 triliun setelah harganya jeblok 9,22 persen ke level Rp187 per saham.

Kejatuhan lebih dalam dialami saham AMMN sebesar 10,14 persen ke posisi Rp3.100, sementara saham AADI merosot 9,78 persen ke level Rp8.075 per saham.

Aktivitas perdagangan pada paruh pertama hari ini mencatatkan frekuensi transaksi sebanyak 1,73 juta kali.

Volume perdagangan mencapai 26,7 billion saham dengan nilai total Rp12,9 triliun yang didominasi oleh aksi jual.

Bagikan
Artikel Terkait
Rupiah menjadi mata uang paling lemah karena adanya tekanan ganda yang datang dari kenaikan harga minyak serta kondisi domestik
Ekonomi

Rupiah Lemas Hari ini, Obligasi Ikut Gerah

Finnews.id – EKONOMI  Rupiah kembali jatuh ke level terendah di sepanjang sejarah...

Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga...

PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...