Home Tekno NVIDIA Terancam, Cerebras Masuk Zona Peran Kuat
Tekno

NVIDIA Terancam, Cerebras Masuk Zona Peran Kuat

Cerebras vs NVIDIA

Bagikan
Dominasi Nvidia di industri chip AI mulai mendapat ancaman. Pendatang baru bernama Cerebras Systems muncul sebagai pesaing kuat.
Dominasi Nvidia di industri chip AI mulai mendapat ancaman. Pendatang baru bernama Cerebras Systems muncul sebagai pesaing kuat.
Bagikan

Finnews.id – TEKNO  Dominasi Nvidia di industri chip kecerdasan buatan (AI) mulai mendapat ancaman. Pendatang baru bernama Cerebras Systems muncul sebagai pesaing kuat.

Cerebras langsung mencuri perhatian Wall Street usai debut di bursa saham Amerika Serikat pada Kamis lalu.

Perusahaan tersebut menutup perdagangan perdana dengan kapitalisasi pasar mendekati USD100 miliar, menjadikannya salah satu IPO teknologi terbesar dalam sejarah.

Cerebras memproduksi jenis chip yang berbeda dari GPU klasik Nvidia. Ukurannya bahkan disebut sebesar piring makan.

 

“Kami membangun chip terbesar di industri semikonduktor,” kata CEO sekaligus pendiri Cerebras, Andrew Feldman, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (18/5/2026).

“Chip besar memproses lebih banyak informasi dalam waktu lebih singkat dan memberikan hasil lebih cepat,” imbuhnya.

 

Selama ini Nvidia memimpin perlombaan chip AI karena GPU buatannya berfungsi sebagai mesin komputasi serbaguna yang unggul dalam perhitungan paralel untuk melatih model AI besar.

Namun kini industri memasuki era “agentic AI”, di mana proses inference atau pengambilan keputusan AI menjadi makin penting.

Chip andalan mereka, WSE-3, masuk kategori ASIC atau chip khusus untuk tugas tertentu. Cerebras mengklaim chip tersebut memiliki ukuran 57 kali lebih besar dibanding GPU terbesar saat ini dan memiliki transistor 50 kali lebih banyak.

Persaingan chip AI kini juga semakin panas karena sejumlah raksasa teknologi seperti Google, Amazon, Meta, hingga Microsoft mulai mengembangkan chip ASIC mereka sendiri.

 

Tak hanya menjual chip, Cerebras juga mengoperasikan data center berbasis cloud sendiri untuk layanan AI. Langkah ini membuat mereka berhadapan langsung dengan pemain besar seperti Microsoft, Google, Oracle, dan CoreWeave.

Permintaan terhadap layanan AI Cerebras bahkan disebut melonjak tajam. CFO Cerebras, Bob Komin, mengatakan kapasitas perusahaan saat ini sudah habis terjual hingga 2027.

“Untuk produk inference cepat kami, permintaannya sangat tinggi hingga tantangan terbesar kami justru bagaimana memenuhi pasokannya. Kami menambah kapasitas manufaktur dan pusat data semaksimal mungkin, namun produk kami tetap habis terjual hingga 2027,” kata Komin.

Bagikan
Artikel Terkait
Tunjangan Elon Musk
Tekno

Pengadilan Tolak Gugatan Elon Musk atas OpenAI, Juri Sebut Kasus Kedaluwarsa

finnews.id – Perseteruan hukum antara Elon Musk dan OpenAI kembali menjadi sorotan...

OPPO juga akan membawa OPPO Find X9s untuk pertama kalinya ke pasar Indonesia sebagai varian “s” dalam lini flagship OPPO Find Series.
Tekno

Intip OPPO Find X9 Ultra dan OPPO Find X9s Hadir di Indonesia 26 Mei 2026

Finnews.id – TEKNO  OPPO resmi mengonfirmasi kehadiran lini flagship terbaru dari OPPO...

Red Magic sendiri adalah mouse gaming yang menggunakan serat karbon dan logam. Potensi kekurangan yang mungkin muncul bisa diminimalisir.
Tekno

Senjata Rahasia Pemain Pro! Mouse Serat Karbon Red Magic Resmi Meluncur, Bobot Sensor Monster Super Ringan!

Finnews.id – TEKNO Red Magic baru-baru ini mengadakan acara peluncuran 11S Pro...

OPPO Watch X3 mengusung lightweight titanium design yang memberikan tampilan premium sekaligus nyaman untuk digunakan sehari-hari.
Tekno

Desain Mewah Performa Monster! OPPO Watch X3 jadi Gadget Terbaik untuk Olahraga dan Kerja!

Finnews.id – TEKNO   OPPO Watch X3 menjadi salah satu produk unggulan OPPO...