Home Market Bursa Siang! IHSG Rebound Tipis Saat Bursa Asia Membara, Trump Kasih Sinyal Perang Iran Berakhir?
Market

Bursa Siang! IHSG Rebound Tipis Saat Bursa Asia Membara, Trump Kasih Sinyal Perang Iran Berakhir?

Bagikan
IHSG hari ini sukses rebound ke 7.636 di tengah optimisme Trump soal damai Iran. Namun Rupiah loyo ke Rp17.184 dan sektor perbankan rontok!
Ilustrasi - Bursa Efek Indonesia
Bagikan

finnews.id – Pasar keuangan mendadak tegang! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan rebound tipis pada perdagangan sesi I Jumat (17/4/2026), di tengah kepungan sentimen negatif yang menghantam bursa Asia. Saat indeks saham di negara tetangga berguguran, bursa domestik justru menunjukkan taringnya dengan merangkak naik 0,20% ke level 7.636.

Kenaikan tipis 15 poin ini terjadi berkat optimisme pelaku pasar merespons pernyataan terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Namun, jangan senang dulu. Di balik penguatan IHSG, sektor perbankan raksasa justru rontok dan nilai tukar Rupiah terseret jatuh hingga menembus level Rp17.184 per USD. Apakah ini sinyal badai besar segera datang?

IHSG Melawan Arus: Sektor Teknologi Jadi Pahlawan

Meskipun situasi geopolitik Timur Tengah masih penuh teka-teki, investor lokal tampak lebih berani melakukan aksi beli. Sektor Teknologi mendominasi panggung sebagai motor penggerak utama dengan lonjakan tajam sebesar 1,03%. Saham KIOS memimpin reli dengan kenaikan 4,17%, disusul oleh BUKA yang melesat 2,92%.

Data perdagangan menunjukkan volume transaksi mencapai 238,8 juta lot saham dengan nilai transaksi yang sangat jumbo, yakni menembus Rp82,06 triliun. Sejumlah saham berkapitalisasi besar (blue chip) dalam daftar top gainers LQ45 seperti ASII, BREN, dan ADRO turut menjaga IHSG tetap di zona hijau.

Namun, sektor finansial justru menjadi beban berat bagi indeks. Sektor ini drop 0,80% setelah saham-saham perbankan “Big Caps” seperti BBCA dan BMRI mengalami koreksi. Bahkan, saham BBTN dan AGRO harus rela parkir di zona merah dengan penurunan signifikan masing-masing -1,50% dan -6,09%.

Efek Donald Trump: Harapan Damai Iran vs Gencatan Senjata Lebanon

Sentimen global hari ini sepenuhnya tertuju pada pernyataan Donald Trump. Presiden AS tersebut menebar optimisme bahwa ketegangan dengan Iran akan segera berakhir. Trump mengonfirmasi bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. Hal ini menjadi syarat utama bagi Iran untuk memulai negosiasi dengan AS.

Trump mengklaim bahwa Teheran bahkan telah menawarkan janji untuk tidak memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun. “Kita akan lihat apa yang terjadi. Tapi saya pikir kita sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran,” ujar Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih.

Kabar ini langsung memukul harga minyak mentah dunia. Harga minyak Brent terpangkas 1,35% menjadi US$98,05 per barel, sementara WTI jatuh 1,74% ke posisi US$93,40 per barel. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya premi risiko pasokan energi global, yang memberikan nafas lega bagi negara pengimpor minyak seperti Indonesia.

Bursa Asia Memerah, Jepang Waspada Suku Bunga

Berbanding terbalik dengan IHSG, mayoritas bursa saham Asia justru terkapar. Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 0,96% dan Hang Seng Hong Kong terperosok hingga 1,32%. Selain isu Iran, investor di Jepang sedang fokus pada komentar Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ), Kazuo Ueda.

Ueda memberikan sinyal hawkish bahwa bank sentral harus mempertimbangkan kenaikan suku bunga mengingat suku bunga riil Jepang saat ini masih sangat rendah. Langkah BoJ ini diprediksi akan mengubah peta aliran modal di kawasan Asia, yang memicu volatilitas tinggi pada mata uang Yen dan pasar saham regional.

Daftar Saham Pilihan Sesi I 17 April 2026

Bagi Anda yang sedang memantau portofolio, berikut adalah deretan saham yang paling aktif bergerak di sesi pertama hari ini:

Top Gainers LQ45 Top Losers LQ45
SCMA, NCKL, AADI DSSA, EXCL, BBTN
ASII, BREN, AKRA INKP, ISAT, TLKM
ADRO BBCA

Dengan batas waktu gencatan senjata yang akan berakhir pada 21 April mendatang, pasar diprediksi masih akan bergerak liar (volatile). Apakah IHSG mampu mempertahankan posisinya di atas level 7.600 atau justru ikut terseret arus pelemahan global? Tetap waspada pada pergerakan sektor perbankan dan fluktuasi Rupiah di sesi kedua sore ini. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Bursa global cetak rekor di tengah sinyal damai US-Iran! Harga nikel & CPO diprediksi melejit
Market

Pasar Saham Global Cetak Rekor! Sinyal Damai Trump & Ledakan Harga Nikel Jadi Sorotan, Saham CPO Siap Pesta?

finnews.id – Sobat investor, bersiaplah menghadapi dinamika pasar yang luar biasa hari...

IHSG pagi ini rebound 0,30% ke level 7.644! Didorong rating BBB Stabil dari S&P dan kenaikan harga minyak dunia.
Market

IHSG Rebound Pagi Ini! Rating S&P Tetap Stabil, Waktunya Serok Saham Pilihan Biar Cuan Maksimal?

finnews.id – Sobat investor, ada kabar gembira yang bikin semangat di akhir...

AP Investment borong 190 juta saham AMMN! BIKE punya pengendali baru Penajam Makmur Jaya, dan Lo Kheng Hong tambah muatan DILD & GJTL.
Market

Wow! AMMN Diborong Jumbo, Pengendali Baru BIKE Muncul Hingga Lo Kheng Hong ‘Pesta’ Saham DILD & GJTL

finnews.id – Sobat investor, pasar modal Indonesia baru saja kedatangan gelombang transaksi...

BBNI sukses raup USD700 Juta dari penerbitan AT1 di SGX dengan bunga 7,15%! Dana ini siap perkuat modal dan ekspansi bisnis gila-gilaan.
Market

BBNI Pecahkan Rekor! Sukses Raup USD700 Juta dari Global, Modal Makin Tebal Siap Ekspansi!

finnews.id – Sobat investor, ada kabar menghebohkan dari salah satu raksasa bank...