Home News Ini 2 Persoalan yang Membuat Menkeu Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai
News

Ini 2 Persoalan yang Membuat Menkeu Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai

Bagikan
Purbaya Ancam PHK 16.000 Pegawai Bea Cukai, Diganti dengan Perusahaan Asing
Purbaya Ancam PHK 16.000 Pegawai Bea Cukai, Diganti dengan Perusahaan Asing
Bagikan

finnews.id – Menteri Keuangan Purbaya sempat melontarkan ancaman serius yang menggetarkan jajaran Bea Cukai: jika kinerja tak kunjung membaik, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bisa saja dibekukan dan digantikan kembali oleh Société Générale de Surveillance (SGS) dari Swiss—seperti yang pernah terjadi pada era kepemimpinan mertua Presiden Prabowo Subianto.

“Saya minta waktu satu tahun, jangan ganggu dulu. Kalau Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, ya bisa dibekukan, diganti SGS. Seperti dulu lagi,” tegas Purbaya di hadapan para pejabat Bea Cukai.

Ancaman itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, masalah pengawasan dan pelayanan kepabeanan sudah terlalu lama mandek, sementara keluhan publik terus berdatangan.

Under Invoicing & Barang Ilegal: Biang Kerok Utamanya

Purbaya mengungkapkan dua persoalan besar yang terus menghantui DJBC:
1. Under invoicing, yakni pelaporan nilai barang lebih rendah dari yang sebenarnya sehingga merugikan pemasukan negara. Praktik ini, katanya, masih mudah ditemui di berbagai kantor Bea Cukai.
2. Masuknya barang ilegal, yang semakin menguatkan dugaan adanya praktik kongkalikong di internal pengawas kepabeanan.

“Under-invoicing ada, barang ilegal masuk juga ada. Orang jadi nuduh Bea Cukai main, segala macam,” ujarnya dengan nada tegas.

Purbaya mengaku telah menggelar rapat internal dengan seluruh jajaran DJBC. Di sana, ia menyampaikan secara blak-blakan bahwa citra Bea Cukai di mata publik dan pimpinan negara berada di titik rendah.

“Saya bilang, image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, dan di pimpinan tertinggi kita. Jadi harus kita perbaiki,” katanya.

Tidak Mau Serahkan Kedaulatan ke Asing
Meski ancamannya terdengar keras, Purbaya menegaskan bahwa ia tidak ingin operasional Bea Cukai jatuh ke tangan asing. Karena itu, ia meminta seluruh tim DJBC berbenah total dan menunjukkan hasil nyata dalam setahun ke depan.

Menurutnya, ancaman itu justru membangkitkan semangat internal Bea Cukai. Beberapa program digital dan software pengawasan pun disebut mengalami percepatan.

“Saya pikir kita akan bisa menjalankan program-program Bea Cukai dengan lebih bersih tanpa harus menyerahkan ini ke tangan orang lain,” tutup Purbaya.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
News

Lowongan 30 Ribu Manager Kopdes Merah Putih Resmi Dibuka, Syarat Sangat Mudah

finnews.id – Pemerintah resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk 30.000 posisi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan...

News

Prabowo-Macron Bahas Kerja Sama Strategis, dari Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif

finnews.id – Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis...

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan
News

Lowongan Kerja BPJS Ketenagakerjaan 2026: Cek Posisi, Syarat, dan Link Pendaftaran

finnews.id – BPJS Ketenagakerjaan resmi membuka rekrutmen karyawan baru mulai Sabtu, 11...

News

Apriasi Satgas PKH, Prabowo: Selamatkan Aset Rp370 Triliun, Setara 10 Persen APBN

finnews.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkap capaian besar pemerintah dalam mengamankan kekayaan...