finnews.id – Sebuah video yang memperlihatkan detik-detik ledakan mobil BMW seri e36 di depan restoran Padang Payakumbuah cabang Bogor mendadak viral di media sosial. Insiden mencekam tersebut terjadi di restoran milik pengusaha sekaligus content creator , Arief Muhammad, pada Kamis 30 April 2026.
Dalam video yang beredar, api tampak berkobar dari bagian mesin mobil klasik tersebut. Namun, situasi genting ini berhasil terkendali berkat aksi heroik tim pengamanan restoran. Petugas keamanan setempat langsung berlari mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan menyemprotkannya ke arah sumber api sebelum merambat lebih luas.
Arief Muhammad melalui akun Instagram pribadinya, @ariefmuhammad, membagikan momen tersebut sembari mengapresiasi kinerja karyawannya. Ia menduga kebocoran bahan bakar menjadi pemicu utama ledakan mobil tersebut.
“BMW e36 meledak dan terbakar di depan @padangpayakumbuah Bogor, kemungkinan karena bocor bensin. Alhamdulillah tidak ada korban. Apresiasi untuk tim security Payakumbuah Bogor yang cepat dan sigap di lapangan,” tulis Arief dalam unggahannya.
Unggahan tersebut langsung memanen ribuan komentar dari warganet. Menariknya, netizen justru banyak melontarkan komentar sarkas yang membandingkan kejadian ini dengan insiden kebakaran motor di sebuah SPBU di Semarang beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, publik sempat geram dengan tindakan pegawai SPBU di Semarang yang membiarkan api berkobar karena mengaku tidak berani menggunakan APAR tanpa izin manajer. Kontras dengan kejadian tersebut, tim pengamanan Padang Payakumbuah langsung bertindak tanpa birokrasi yang berbelit.
“Mantap, tidak perlu izin manajer dulu buat memadamkan,” tulis akun @infomakansolo yang langsung disukai banyak pengguna lain.
Senada dengan itu, akun @farhanhanifuddin turut memberikan komentar sindiran. “Wah alhamdulillah tidak perlu izin manajer buat pakai APAR-nya,” cetusnya.
Warganet lain bahkan memuji sistem mitigasi bencana yang diterapkan oleh manajemen restoran milik Arief Muhammad tersebut. Mereka menilai kecepatan penanganan di lapangan menunjukkan bahwa karyawan telah terlatih menghadapi situasi darurat tanpa harus menunggu instruksi atasan.