finnews.id – PT Pertamina (Persero) bersiap melakukan evaluasi harga bahan bakar minyak (BBM) rutin menyambut periode bulan Mei 2026. Masyarakat perlu mencermati pergerakan harga BBM, terutama jenis non-subsidi, yang berpotensi mengalami penyesuaian pada pergantian bulan esok hari, Jumat (1/5).
Evaluasi berkala ini mengacu pada regulasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Dalam aturan tersebut, perusahaan plat merah ini wajib meninjau harga jual eceran BBM non-subsidi setiap bulan berdasarkan pergerakan harga minyak mentah dunia dan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menanti Kepastian Harga BBM Non-Subsidi
Para pemilik kendaraan pribadi kini tengah menanti apakah harga Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex akan naik, turun, atau tetap stabil. Pertamina biasanya mengumumkan penyesuaian harga tepat pada pukul 00.00 waktu setempat di setiap awal bulan.
Meskipun demikian, pemerintah hingga saat ini masih menjaga harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar agar tetap terjangkau. Hal ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Pengamat energi menilai bahwa penyesuaian harga pada sektor non-subsidi merupakan langkah wajar untuk menjaga keberlangsungan pasokan energi nasional.
Jenis BBM,Kategori,Estimasi Harga (Wilayah Jawa)
Pertalite,Subsidi,Rp 10.000 / liter
Biosolar,Subsidi,Rp 6.800 / liter
Pertamax,Non-Subsidi,Rp 12.950 – Rp 13.500 / liter*
Pertamax Turbo,Non-Subsidi,Rp 14.400 – Rp 15.000 / liter*
Dexlite,Non-Subsidi,Rp 14.550 / liter*
Pertamina Dex,Non-Subsidi,Rp 15.100 / liter*
Indikator Global yang Memengaruhi Harga
Pertamina mempertimbangkan beberapa indikator utama dalam menentukan harga jual di SPBU. Faktor pertama adalah rata-rata harga minyak dunia yang merujuk pada Mean of Platts Singapore (MOPS). Jika harga minyak mentah di pasar internasional melonjak, maka harga produk turunan seperti Pertamax kemungkinan besar akan ikut terkerek naik.