finnews.id – Jagat maya kembali heboh dengan beredarnya video aksi sejumlah relawan emak-emak yang asyik berjoget saat menyiapkan makanan. Insiden ini terjadi di dapur Satuan Pelayanan Pemeliharaan Gizi (SPPG) Pasar Liwa, Lampung Barat, dan memicu perdebatan panas di kalangan netizen terkait etika serta kebersihan pengolahan pangan.
Dalam rekaman video yang viral sejak Rabu (29/4) tersebut, para relawan tampak mengenakan atribut lengkap berupa apron dan penutup kepala. Namun, suasana dapur yang seharusnya steril dan fokus justru berubah menjadi riuh. Iringan musik remix khas Lampung yang menghentak membuat para emak-emak ini spontan bergoyang di tengah tumpukan bahan makanan dalam jumlah besar.
Aksi yang terjadi pada Selasa (28/4) ini memperlihatkan beberapa relawan tetap memegang alat masak seperti sudip dan panci besar sambil menggoyangkan badan. Ekspresi santai dan penuh tawa terpancar dari wajah mereka, seolah menikmati aktivitas memasak yang mereka anggap sebagai hiburan di tengah rutinitas.
Para relawan tersebut sebenarnya sedang menyiapkan menu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah program strategis pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat. Namun, niat menghibur diri tersebut justru berujung pada banjir kritik dari para pengguna media sosial yang melihat tayangan itu di platform TikTok dan Instagram.
Netizen memberikan reaksi beragam, namun sebagian besar melayangkan kritik tajam. Publik menilai aksi berjoget dan bernyanyi di atas masakan yang sedang diolah sangat tidak tepat dan tidak profesional. Mereka mengkhawatirkan adanya kontaminasi bakteri atau keringat yang jatuh ke dalam makanan akibat aktivitas fisik yang berlebihan di area dapur.
“Masak untuk orang banyak, apalagi program gizi, harusnya mengedepankan kebersihan. Kalau sambil joget-joget begitu, droplet atau keringat bisa masuk ke makanan. Sangat tidak etis,” tulis salah satu netizen dalam kolom komentar video viral tersebut.
Sejauh ini, pihak pengelola SPPG Pasar Liwa belum memberikan pernyataan resmi terkait teguran atau sanksi bagi para relawan tersebut. Meski demikian, publik mendesak otoritas terkait untuk memperketat pengawasan di dapur-dapur penyedia layanan gizi nasional.