finnews.id – Lonjakan harga minyak dunia kembali memicu kekhawatiran pasar global. Harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) kompak melesat pada perdagangan terbaru setelah krisis Selat Hormuz memperbesar ancaman gangguan distribusi energi internasional.
Kenaikan ini bukan sekadar reaksi jangka pendek. Pasar kini mulai menghitung risiko pasokan berkepanjangan, terutama setelah jalur pelayaran paling strategis di dunia itu mengalami hambatan serius akibat konflik geopolitik yang belum menunjukkan tanda mereda.
Brent Tembus USD111, Harga Minyak Naik Tujuh Hari Beruntun
Minyak mentah Brent kontrak Juni ditutup melonjak USD3,03 atau 2,8 persen ke level USD111,26 per barel. Ini menjadi penguatan tujuh hari berturut-turut dan menegaskan tekanan bullish masih mendominasi pasar energi global.
Sementara itu, minyak mentah WTI untuk pengiriman Juni melesat lebih tinggi, naik USD3,56 atau 3,7 persen menjadi USD99,93 per barel. Bahkan, harga sempat menembus psikologis USD100 per barel, level tertinggi sejak pertengahan April.
Reli harga tersebut dipicu kekhawatiran investor terhadap terganggunya pasokan minyak global setelah Selat Hormuz, jalur distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia, menghadapi tekanan serius.
Selat Hormuz Jadi Pemicu Utama, Distribusi Minyak Dunia Tersendat
Penutupan efektif jalur Selat Hormuz membuat pasar melihat ancaman pasokan jauh lebih serius dibanding faktor fundamental biasa. Bahkan keputusan Uni Emirat Arab keluar dari OPEC+ yang sempat diperkirakan menekan harga, justru gagal mengubah sentimen pasar.
Dalam kondisi normal, keluarnya salah satu produsen besar dari OPEC+ berpotensi meningkatkan suplai. Namun pasar menilai tambahan produksi tidak banyak berarti bila distribusi menuju pasar global tetap tersumbat.
Analis menyoroti potensi tambahan produksi 1 juta hingga 1,5 juta barel per hari dari UEA belum tentu bisa mengalir ke konsumen karena hambatan logistik di jalur utama pengiriman energi.
Situasi ini membuat pelaku pasar mulai bersiap menghadapi skenario harga energi yang lebih tinggi dalam waktu lebih panjang.
Konflik AS-Iran Bikin Risiko Pasokan Kian Membesar
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut memperkeruh prospek pasokan minyak. Kebuntuan negosiasi disebut memperpanjang konflik, sementara arus pelayaran di Teluk tetap terganggu.
- dampak penutupan selat hormuz terhadap pasokan minyak global
- gangguan pasokan minyak global akibat hormuz
- harga energi 2026
- harga minyak dunia
- harga minyak dunia naik akibat selat hormuz
- harga minyak wti
- harga minyak wti sentuh 100 dolar per barel
- Headline
- Konflik AS Iran
- konflik as iran dorong harga minyak naik
- krisis energi global
- minyak Brent
- opec plus
- pasar komoditas
- pasokan minyak terganggu
- penyebab harga minyak brent melonjak 2026
- prediksi harga minyak dunia setelah krisis timur tengah
- risiko inflasi global akibat lonjakan harga energi
- Selat Hormuz