finnews.id – PT Pertamina (Persero) resmi memberlakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh SPBU Indonesia per Rabu (29/4). Kenaikan signifikan menyasar jenis BBM berkualitas tinggi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Langkah ini menyusul kebijakan penyesuaian harga yang telah perusahaan tetapkan sejak pertengahan April 2026 sebagai respons terhadap fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Lonjakan harga ini sangat terasa di wilayah DKI Jakarta. Harga Pertamax Turbo yang semula berada di angka Rp13.100 per liter kini melesat hingga Rp19.400 per liter. Tren kenaikan serupa juga menimpa jenis bahan bakar diesel nonsubsidi. Dexlite kini dibanderol seharga Rp23.600 per liter dari harga sebelumnya Rp14.200 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex mencatatkan kenaikan tertinggi menjadi Rp23.900 per liter dari posisi Rp14.500 per liter.
Meski harga BBM kelas atas mengalami kenaikan tajam, Pertamina masih mempertahankan harga BBM jenis penugasan dan subsidi. Masyarakat masih bisa mendapatkan Pertalite dengan harga Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi seharga Rp6.800 perliter di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, harga Pertamax juga tidak mengalami perubahan signifikan dan tetap stabil di angka Rp12.300 per liter untuk wilayah Pulau Jawa.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini mulai memicu pergeseran perilaku konsumen di sektor otomotif. Fenomena naiknya biaya operasional kendaraan konvensional mendorong minat masyarakat terhadap kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV). Para analis memprediksi bahwa pasar mobil listrik akan mengalami lonjakan pertumbuhan yang masif seiring dengan beban biaya bahan bakar fosil yang kian menjepit kantong pengguna jalan.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina per Wilayah
Perlu konsumen ketahui bahwa harga BBM nonsubsidi bervariasi di setiap provinsi karena pengaruh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Berikut rincian harga selengkapnya:
Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTB)