Iran masih menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz, sementara Amerika Serikat mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran. Kombinasi dua faktor ini membuat pasar semakin sensitif terhadap setiap perkembangan konflik.
Risiko jangka panjang kini mulai dihitung serius oleh investor energi. Gangguan di salah satu chokepoint energi paling vital di dunia dinilai bisa memicu lonjakan harga lanjutan bila tidak ada solusi diplomatik dalam waktu dekat.
Tanker Tertahan, Pasokan Menggantung di Laut
Data pelacakan kapal menunjukkan tekanan pasokan makin nyata. Enam tanker minyak Iran dilaporkan berbalik arah akibat blokade, sementara volume lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun drastis dibanding kondisi normal.
Sebelum konflik, sekitar 125 hingga 140 kapal melintasi selat itu setiap hari. Kini aktivitas menurun tajam, menandakan distribusi energi global sedang menghadapi tekanan serius.
Data Vortexa bahkan menunjukkan minyak mentah yang tertahan di kapal tanker selama setidaknya tujuh hari mencapai 153,11 juta barel per 24 April. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Januari dan melonjak 25 persen dibanding 17 April.
Kondisi itu mempertegas kekhawatiran pasar bahwa persoalan saat ini bukan hanya soal produksi, melainkan bottleneck distribusi yang bisa memukul pasokan riil.
Bank Dunia Peringatkan Harga Energi Bisa Melonjak 24%
Risiko kenaikan harga belum berhenti. Bank Dunia bahkan memperingatkan harga energi global berpotensi naik hingga 24 persen sepanjang 2026, bahkan jika gangguan Timur Tengah mulai mereda dalam beberapa bulan ke depan.
Proyeksi dasar lembaga tersebut mengasumsikan lalu lintas Selat Hormuz pulih bertahap pada Oktober. Namun risiko pasar dinilai condong ke arah upside, yang berarti peluang kenaikan harga lebih besar dibanding penurunan.
Artinya, volatilitas harga energi berpotensi bertahan lama dan memberi tekanan terhadap inflasi global, biaya logistik, hingga harga bahan bakar di banyak negara.
AS, Rusia, China Ikut Tambah Tekanan Pasar Minyak
Selain Timur Tengah, faktor lain ikut memperketat sentimen pasar.
- dampak penutupan selat hormuz terhadap pasokan minyak global
- gangguan pasokan minyak global akibat hormuz
- harga energi 2026
- harga minyak dunia
- harga minyak dunia naik akibat selat hormuz
- harga minyak wti
- harga minyak wti sentuh 100 dolar per barel
- Headline
- Konflik AS Iran
- konflik as iran dorong harga minyak naik
- krisis energi global
- minyak Brent
- opec plus
- pasar komoditas
- pasokan minyak terganggu
- penyebab harga minyak brent melonjak 2026
- prediksi harga minyak dunia setelah krisis timur tengah
- risiko inflasi global akibat lonjakan harga energi
- Selat Hormuz