Ringkasan Perdagangan Pagi 29 April 2026:
finnews.id – Sentimen global kembali mengguncang pasar keuangan pada Ringkasan Perdagangan Pagi 29 April 2026. Tekanan datang dari aksi jual saham teknologi di Amerika Serikat, lonjakan harga minyak akibat tensi geopolitik Timur Tengah, hingga arus keluar dana asing yang terus membebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pelaku pasar kini menimbang tiga sentimen besar sekaligus, yakni arah kebijakan bank sentral utama dunia, risiko lonjakan harga energi global, dan peluang technical rebound di pasar domestik setelah tekanan jual yang agresif.
Wall Street Melemah, Kekhawatiran Industri AI Picu Sell-Off
Bursa saham Amerika Serikat ditutup di zona merah pada perdagangan tadi malam. Indeks S&P 500 terkoreksi 0,5 persen, sementara Nasdaq turun lebih dalam 0,9 persen akibat aksi jual di saham teknologi.
Pemicu utamanya datang dari munculnya kembali kekhawatiran terhadap belanja industri kecerdasan buatan setelah laporan OpenAI menunjukkan penjualan dan akuisisi pengguna di bawah ekspektasi pasar. Sentimen ini memicu investor mengurangi eksposur pada saham teknologi yang sebelumnya menopang reli Wall Street.
Tekanan di pasar ekuitas global juga diperbesar oleh sikap wait and see investor menjelang rangkaian keputusan suku bunga bank sentral besar pekan ini.
Bank Sentral Global Jadi Penentu Arah Pasar
Bank of Japan menahan suku bunga sesuai ekspektasi, namun pasar mencermati sinyal hawkish setelah tiga dari sembilan gubernur mendukung kenaikan suku bunga karena inflasi yang lebih tinggi. Kondisi ini memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Jepang pada Juni 2026.
Sementara itu, pasar menunggu keputusan Federal Reserve terkait Fed Funds Rate. Meski konsensus memproyeksikan suku bunga tetap, perhatian investor mengarah pada komentar pejabat The Fed soal respons terhadap kenaikan harga energi dunia.
Bank of England dan Bank Sentral Eropa juga dijadwalkan menyampaikan keputusan kebijakan dalam waktu dekat. Kombinasi sikap bank sentral ini dinilai menjadi penentu arah aset berisiko dalam jangka pendek.
Harga Minyak Meledak, Krisis Timur Tengah Kian Mengkhawatirkan
Pasar komoditas menjadi sorotan utama. Harga minyak Brent kontrak Juni melonjak menembus level US$110 per barel setelah ketidakpastian konflik Amerika Serikat-Iran berlanjut, ditambah keputusan Uni Emirat Arab keluar dari OPEC dan OPEC+.