Home Market Wall Street Terkoreksi, IHSG Oversold, Minyak Tembus US$110 dan Saham Pilihan Jadi Sorotan
Market

Wall Street Terkoreksi, IHSG Oversold, Minyak Tembus US$110 dan Saham Pilihan Jadi Sorotan

Bagikan
Ringkasan perdagangan pagi 29 April 2026: Wall Street melemah, IHSG oversold, minyak tembus US$110 dan saham pilihan jadi sorotan investor.
Ilustrasi Bursa Asia
Bagikan

Kinerja ini ditopang kenaikan pendapatan bersih 26 persen dan lonjakan EBITDA disesuaikan menjadi Rp907 miliar. Perusahaan menargetkan EBITDA sepanjang tahun mencapai Rp3,4 triliun.

TAPG Lampaui Ekspektasi

TAPG membukukan laba inti Rp734 miliar pada kuartal pertama, turun 9 persen secara tahunan, namun melampaui estimasi pasar. Margin kas yang kuat dan efisiensi biaya menopang kinerja di tengah penundaan pengiriman volume CPO usai Lebaran.

MYOR Catat Lompatan Profit

MYOR juga tampil impresif dengan laba bersih Rp946 miliar, naik 37,2 persen secara tahunan. Kinerja terdorong kenaikan margin laba kotor berkat penurunan harga bahan baku utama seperti kopi, gula, dan kakao.

BULL Disorot Usai Aksi Borong Direksi

Sentimen menarik juga muncul dari BULL setelah Direktur Wong Kevin kembali membeli 2 juta saham pada harga Rp545 per lembar. Transaksi ini menaikkan kepemilikannya menjadi 2,17 persen dan dinilai pasar sebagai sinyal optimisme internal.

Agenda Pasar Hari Ini Jadi Penentu

Pelaku pasar juga menanti sejumlah agenda penting hari ini, mulai dari keputusan suku bunga The Fed, konferensi pers FOMC, agenda RUPS sejumlah emiten besar seperti BMRI, JPFA, KRAS hingga TUGU, serta cum date dividen emiten pilihan.

Sementara dari sisi perdagangan, saham KING dan EURO dibuka kembali dari suspensi, sedangkan BOBA masih terkena penghentian sementara.

Fokus Investor Bergeser ke Manajemen Risiko

Ringkasan Perdagangan Pagi 29 April 2026 menunjukkan pasar tengah menghadapi kombinasi tekanan global dan domestik yang kompleks. Wall Street terkoreksi, harga minyak melonjak, IHSG dibayangi outflow asing, namun peluang rebound teknikal masih terbuka.

Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar mulai menggeser fokus dari agresivitas akumulasi menuju manajemen risiko, sembari mencermati apakah sentimen bank sentral dan geopolitik mampu memicu perubahan arah pasar dalam waktu dekat. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Ilustrasi pergerakan IHSG - Image by Gemini -
Market

IHSG Rebound ke 7.100, Saham Teknologi Ngegas! Ada 3 Rekomendasi Cuan Saat Asing Masih Kabur

Di tengah gejolak komoditas global, saham ini dipandang punya ruang menarik untuk...

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membuka 2026 dengan kinerja yang mengejutkan pasar. Emiten tambang pelat merah itu membukukan laba bersih Rp3,4 triliun pada kuartal I-2026,
Market

ANTM Meledak di Kuartal I 2026, Laba Melonjak 176 Persen! Lonjakan Harga Nikel dan Emas Jadi Mesin Cuan

Namun untuk saat ini, kombinasi rebound emas, lonjakan harga nikel, dan ekspansi...

GOTO cetak laba perdana Rp258 miliar pada kuartal I 2026, EBITDA tembus Rp907 miliar, fintech melesat dan buyback jadi sentimen baru.
Market

GOTO Cetak Sejarah! Laba Perdana Kuartalan Rp258 Miliar, EBITDA Tembus Rp907 Miliar dan Buyback Jadi Katalis Baru

GOTO mulai memperlihatkan bahwa pertumbuhan dan profitabilitas dapat berjalan beriringan. Momentum ini...

INPS kedatangan pengendali baru, sementara TLKM, MNCN, BSDE hingga SSMS diramaikan aksi beli dan divestasi jumbo investor besar.
Market

Pengendali Baru Kuasai INPS, Big Caps Diramaikan Aksi Borong dan Divestasi Jumbo

Rotasi seperti ini sering menjadi indikator awal pergeseran sentimen di berbagai sektor,...