Kinerja ini ditopang kenaikan pendapatan bersih 26 persen dan lonjakan EBITDA disesuaikan menjadi Rp907 miliar. Perusahaan menargetkan EBITDA sepanjang tahun mencapai Rp3,4 triliun.
TAPG Lampaui Ekspektasi
TAPG membukukan laba inti Rp734 miliar pada kuartal pertama, turun 9 persen secara tahunan, namun melampaui estimasi pasar. Margin kas yang kuat dan efisiensi biaya menopang kinerja di tengah penundaan pengiriman volume CPO usai Lebaran.
MYOR Catat Lompatan Profit
MYOR juga tampil impresif dengan laba bersih Rp946 miliar, naik 37,2 persen secara tahunan. Kinerja terdorong kenaikan margin laba kotor berkat penurunan harga bahan baku utama seperti kopi, gula, dan kakao.
BULL Disorot Usai Aksi Borong Direksi
Sentimen menarik juga muncul dari BULL setelah Direktur Wong Kevin kembali membeli 2 juta saham pada harga Rp545 per lembar. Transaksi ini menaikkan kepemilikannya menjadi 2,17 persen dan dinilai pasar sebagai sinyal optimisme internal.
Agenda Pasar Hari Ini Jadi Penentu
Pelaku pasar juga menanti sejumlah agenda penting hari ini, mulai dari keputusan suku bunga The Fed, konferensi pers FOMC, agenda RUPS sejumlah emiten besar seperti BMRI, JPFA, KRAS hingga TUGU, serta cum date dividen emiten pilihan.
Sementara dari sisi perdagangan, saham KING dan EURO dibuka kembali dari suspensi, sedangkan BOBA masih terkena penghentian sementara.
Fokus Investor Bergeser ke Manajemen Risiko
Ringkasan Perdagangan Pagi 29 April 2026 menunjukkan pasar tengah menghadapi kombinasi tekanan global dan domestik yang kompleks. Wall Street terkoreksi, harga minyak melonjak, IHSG dibayangi outflow asing, namun peluang rebound teknikal masih terbuka.
Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar mulai menggeser fokus dari agresivitas akumulasi menuju manajemen risiko, sembari mencermati apakah sentimen bank sentral dan geopolitik mampu memicu perubahan arah pasar dalam waktu dekat. (*)