finnews.id – Pegusaha otobus tengah menyoroti kenaikan harga sejumlah komponen di dunia bisnisnya, yang tentu bisa berimbas ke operasional perusahaan.
Meski tidak berimbas kenaikan harga bahan bakar solar, para pengusaha otobus kini harus menghadapi kenaikan harga sejumlah kompor onderdil di pasaran.
“Saat ini harga solar tidak naik, tapi sudah ada kenaikan harga komponen lain seperti oli, ban, dan onderdil lainnya,” ungkap pemilik Perusahaan Otobus (PO) Sumber Alam, Anthony Steven kepada finnews.id Rabu 22 April 2026.
Meski begitu pihaknya memastikan bahwa tidak ada kenaikan harga tiket bus, meski belakangan kenaikan harga solar menjadi perbincangan banyak penumpang.
“Karena harga solar tidak naik, maka tidak ada kenaikan harga tiket,” jelasnya.
“Saat ini belum ada kendala yang terlihat di lapangan,” sambungnya.
Meski begitu pihaknya menjelaskan bahwa diprediksi akan terjadi penyesuaian harga tiket bus, apabila harga Solar akan terus melonjak di pasar.
“Jika solar naik, tentu akan berdampak pada kenaikan tiket,” ucapnya.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi sejak Sabtu 18 April 2026 di lapangan.
Imbas kenaikan harga solar non subsidi di lapangan, membuat sejumlah pengusaha transportasi dan pengguna kendaraan diesel teriak.
Diketahui solar non subsidi Dexlite naik menjadi Rp 23.600 per liter dari Rp 14.200 per liter, sedangkan Pertamina Dex naik menjadi Rp 23.900 per liter dari Rp 14.500 per liter.