finnews.id – Lonjakan harga bahan bakar diesel di Indonesia belakangan menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi pengguna kendaraan bermesin diesel seperti Toyota Fortuner dan Innova Reborn.
Kenaikan harga yang signifikan bahkan mendekati Rp 10.000 per liter memicu pertanyaan, apakah kondisi ini akan berdampak serius terhadap penjualan kedua model populer tersebut?
PPT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menilai, bahwa situasi ini tidak akan berlangsung lama.
Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam menyebut, fluktuasi harga energi merupakan hal yang wajar dan biasanya akan diikuti oleh munculnya alternatif energi sebagai penyeimbang.
“Kalau harga minyak 100 USD, bioetanol sudah bisa mensubstitusi. Kalau lihat sekarang, bioetanol bisa menjadi opsi karena harganya mirip-mirip. Kalau 120 USD, solar panel bakal jadi alternatif. Lalu, kalau 200 USD, hidrogen yang akan menggantikan,” ungkap Bob Azam.
Menurutnya, ketika harga minyak dunia meningkat, berbagai opsi seperti bioetanol, energi surya, hingga hidrogen berpotensi menjadi pengganti bahan bakar konvensional.
Dengan adanya alternatif tersebut, kenaikan harga BBM dinilai hanya bersifat sementara.
“Jadi mau berapa pun naiknya, pasti akan ketemu substitusinya. Saya lihat kenaikan BBM ini nggak akan berlangsung terus menerus, karena pasti muncul substitusi. Tinggal kita lihat saja berapa lama naiknya, apakah sebulan atau dua bulan,” jelasnya.
Dari sisi pasar, Toyota mengakui bahwa kenaikan harga BBM tetap memberikan efek, namun dampaknya diperkirakan tidak berkepanjangan.
“Jadi bukan berdampak atau tidak (terhadap penjualan Innova-Fortuner), kita harus menghadapi dampaknya. Dan terus terang, dampaknya tak akan berlangsung lama, melainkan sesaat aja. Saya yakin dalam waktu dekat (harga BBM) akan turun lagi,” ucapnya.
Sebagai informasi, kendaraan diesel modern seperti Fortuner dan Innova Reborn direkomendasikan menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi seperti Pertamina Dex.
Saat ini, harga BBM tersebut telah melonjak menjadi sekitar Rp 23.900 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.
Kenaikan tersebut berdampak langsung pada biaya operasional, untuk mengisi penuh tangki Toyota Fortuner yang sebelumnya Rp 1,1 juta kini meningkat menjadi sekitar Rp 1,9 juta.
Sementara itu, pengguna Innova Reborn harus merogoh kocek sekitar Rp 1,3 juta untuk full tank, naik dari sebelumnya sekitar Rp 790 ribu.
Meski biaya penggunaan meningkat tajam, Toyota tetap optimistis bahwa permintaan kendaraan mereka tidak akan turun drastis dalam jangka panjang.
Hal ini didukung oleh loyalitas konsumen serta keyakinan, bahwa harga BBM solar nantinya akan kembali menurun seiring waktu.