Home Market Harga Minyak Goreng Merangkak Naik di Minimarket, Ini Kata Pengusaha Ritel
Market

Harga Minyak Goreng Merangkak Naik di Minimarket, Ini Kata Pengusaha Ritel

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Kenaikan harga minyak goreng kemasan premium mulai terlihat di sejumlah ritel modern di Indonesia, sehingga langsung dirasakan konsumen dalam beberapa waktu terakhir.

Di beberapa jaringan minimarket modern, harga produk minyak goreng dengan merek tertentu sudah mengalami penyesuaian dibandingkan sebelumnya..

Sebagai contoh, harga minyak goreng ukuran 2 liter di gerai ritel modern kini berada di kisaran Rp 45.000 hingga Rp 46.000-an, tergantung merek dan lokasi penjualan.

Fenomena ini memicu perhatian karena sebelumnya harga minyak goreng relatif stabil, namun pihak peritel mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut bukan tanpa sebab.

Penjelasan Pengusaha Ritel di Indonesia

Merespon hal itu Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin menegaskan, ritel di tanah air hanya menjual produk dan tidak memiliki kendali harga dari sisi hulu.

“Gini, saya jelasin dulu ya. Ritel Modern yang saat ini merupakan anggota Aprindo, dia hanya menjual barang, tidak memproduksi barang,” ungkap Solihin kepada wartawan.

Menurutnya, harga jual minyak goreng di ritel bergantung pada harga yang telah ditetapkan oleh produsen maupun distributor atau pemasok.

Setelah melalui tahapan itu, harga nantinya akan ditambah dengan margin standar yang relatif terbatas.

“Jadi artinya kalau distributor, supplier memberikan harga kepada kita, kita rata-rata ada standar margin, jadi tergantung distributornya, atau suppliernya, karena kan kita tidak memproduksi. Jadi kalau distributor menawarkan sekian, kita punya standar margin 5% atau 10%, ya udah dari harga kita beli kita naikin 10% jadi harga jual,” jelasnya.

Menurut pelaku industri ritel, salah satu pemicu utama kenaikan harga minyak goreng kemasan premium adalah meningkatnya biaya produksi.

Biaya bahan baku plastik yang digunakan untuk botol atau pouch mengalami lonjakan, sehingga berdampak langsung pada harga jual produk.

“Iya betul (efek kenaikan harga plastik),” ucapnya.

Kondisi ini sejalan dengan pernyataan pemerintah yang menyebutkan, harga bahan baku kemasan memang sedang mengalami tekanan akibat gangguan pasokan global.

Stok Aman, Harga Tetap Naik

Meskipun harga perlahan mulai mengalami kenaikan, ketersediaan minyak goreng di pasar disebut masih dalam kondisi sangat aman.

Pemerintah memastikan, bahwa pasokan secara nasional tidak mengalami gangguan berarti. Artinya, kenaikan saat ini lebih disebabkan oleh faktor biaya produksi, bukan karena kelangkaan barang di pasaran.

Kenaikan harga minyak goreng kemasan premium berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama bagi rumah tangga yang bergantung pada produk tersebut.

Bagikan
Written by
Tuahta Aldo

Saya merupakan jurnalis fin.co.id yang bertugas meliput peristiwa di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Selain aktif sebagai penulis berita, saya juga aktif menjalani hobi Fotografi dan travelling.

Artikel Terkait
Market

Bank Mandiri Luncurkan Fitur Carbon Offset di Livin’, Nasabah Kini Bisa Beli Sertifikat Emisi via Aplikasi

finnews.id – PT Bank Mandiri Tbk menghadirkan terobosan baru di sektor keuangan...

Market

Ledakan Transaksi Digital! BI Catat 14,39 Miliar Transaksi di Awal 2026, QRIS Melejit 111 Persen

finnews.id – Ekonomi digital Indonesia menunjukkan taringnya. Bank Indonesia melaporkan lonjakan spektakuler...

Market

Tidak Terdampak Kenaikan Solar, Pengusaha Bus Soroti Harga Onderdil Mulai Melonjak

finnews.id – Pegusaha otobus tengah menyoroti kenaikan harga sejumlah komponen di dunia...

Market

IHSG Ditutup Melemah, Tertekan Ketidakpastian Gencatan Senjata AS-Iran

finnews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup...