finnews.id – Ekonomi digital Indonesia menunjukkan taringnya. Bank Indonesia melaporkan lonjakan spektakuler transaksi pembayaran digital yang mencapai 14,39 miliar transaksi pada triwulan I-2026.

Angka ini bukan sekadar naik, tetapi melejit hingga 33,76 persen secara tahunan (yoy)—menandai percepatan besar dalam transformasi digital Tanah Air.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, lonjakan ini menjadi bukti kuat bahwa sistem pembayaran nasional semakin solid dan siap menopang pertumbuhan ekonomi.

QRIS Menggila! Tumbuh Lebih dari 100%

Sorotan utama datang dari QRIS yang mencatat pertumbuhan fantastis hingga 111,94 persen yoy.

Lonjakan ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin meninggalkan transaksi tunai dan beralih ke pembayaran digital yang praktis dan cepat.

Tak hanya QRIS:

  • Mobile banking tumbuh 7,88 persen
  • Internet banking naik 16,35 persen

Artinya, hampir seluruh kanal digital mengalami akselerasi.

BI-FAST Gila-Gilaan: Rp3.519 Triliun Mengalir

Sistem pembayaran ritel BI-FAST juga mencatat performa luar biasa.

  • 1,4 miliar transaksi
  • Tumbuh 30,82 persen yoy
  • Nilai transaksi tembus Rp3.519 triliun

Di sisi lain, sistem bernilai besar BI-RTGS tetap menunjukkan kekuatan dengan nilai transaksi mencapai Rp51.490 triliun, meski volume sedikit melambat.

Uang Tunai Belum Tersingkir

Di tengah gempuran digital, uang tunai ternyata belum mati.

Peredaran uang kartal mencapai Rp1.346 triliun, tumbuh 8,59 persen yoy. Ini menunjukkan ekonomi Indonesia masih bergerak dalam dua jalur: digital dan konvensional.

Bank Indonesia memastikan sistem pembayaran tetap aman, stabil, dan tahan guncangan.

Beberapa faktor penopang:

  • Infrastruktur digital yang semakin kuat
  • Interkoneksi industri yang makin luas
  • Ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang

BI juga memperketat pengawasan terhadap risiko dan teknologi, seiring pesatnya pertumbuhan transaksi digital.

Era Baru Ekonomi Digital Indonesia

Lonjakan transaksi ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa Indonesia tengah memasuki era baru ekonomi digital.