Home News Pemerintah Inggris Tolak Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
News

Pemerintah Inggris Tolak Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Bagikan
Australia Larang Media Sosial, Image: Gerat / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Parlemen Inggris baru-baru ini menolak usulan larangan total media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun, memilih pendekatan yang lebih fleksibel melalui regulasi yang dapat disesuaikan. Keputusan ini muncul setelah debat intens di House of Commons mengenai keamanan digital remaja dan dampak negatif konten daring. Rencana larangan ini sebelumnya mengikuti jejak Australia, negara pertama yang memberlakukan larangan serupa pada akhir tahun lalu, yang melarang anak-anak mengakses platform seperti TikTok, Instagram, dan Snapchat.

Menteri Pendidikan Olivia Bailey menegaskan bahwa banyak orang tua dan kelompok kampanye mendukung larangan total, tetapi sejumlah badan amal anak memperingatkan bahwa larangan semacam itu justru bisa mendorong remaja ke sudut internet yang kurang aman dan membuat mereka tidak siap menghadapi dunia digital. Bailey menekankan pentingnya konsultasi publik untuk menentukan langkah-langkah yang tepat agar anak-anak dapat tumbuh dengan hubungan yang lebih aman, sehat, dan bermanfaat dengan media sosial.

Regulasi Fleksibel sebagai Alternatif Larangan

Rencana alternatif pemerintah memberikan wewenang kepada Menteri Sains, Liz Kendall, untuk membatasi atau melarang akses anak-anak ke platform tertentu. Selain itu, menteri dapat mengatur fitur yang berpotensi berbahaya atau adiktif, membatasi penggunaan Virtual Private Network (VPN), dan menyesuaikan usia digital consent. Pendekatan ini dirancang agar aturan lebih adaptif dan dapat menyesuaikan dengan risiko yang muncul seiring perkembangan teknologi.

Langkah ini juga mencakup evaluasi fitur media sosial seperti autoplay yang dianggap memicu kecanduan dan memudahkan paparan konten negatif. Dengan memberikan kebijakan yang lebih fleksibel, pemerintah berharap dapat menyeimbangkan perlindungan anak dengan kebutuhan mereka untuk belajar menggunakan media digital secara bertanggung jawab.

Tanggapan Politik dan Publik

Keputusan untuk menolak larangan total memicu kritik dari sejumlah pihak. Shadow Education Secretary Laura Trott menyatakan bahwa polling menunjukkan 40% anak-anak terpapar konten eksplisit selama jam sekolah, menekankan bahwa situasi ini merupakan keadaan darurat. Ia mendesak pemerintah untuk segera menetapkan batas usia akses media sosial dan larangan penggunaan ponsel di sekolah.

Beberapa anggota parlemen dari Partai Buruh, termasuk Sadik Al-Hassan, menyoroti kesamaan antara media sosial dan obat-obatan adiktif. Ia menekankan bahwa jika sebuah zat dapat menyebabkan bahaya signifikan bagi sebagian besar anak-anak, maka secara logika yang sama, regulasi ketat terhadap media sosial harus diberlakukan.

Di sisi lain, mantan Menteri Pendidikan Lord Nash, yang mengusulkan larangan di House of Lords, menyebut hasil pemungutan suara di Commons sebagai “sangat mengecewakan” karena membuka kemungkinan penerapan langkah setengah hati. Sementara itu, juru bicara pendidikan Liberal Demokrat, Munira Wilson, menekankan bahwa pemerintah gagal memberikan jaminan konkret bagi keluarga mengenai perlindungan anak di dunia digital.

Bagikan
Artikel Terkait
Siap-Siap Mudik Lebaran 2026! ASTRA Infra Tebar Diskon Tol 30% dan Siapkan Jalur Anti-Macet
News

Siap-Siap Mudik Lebaran 2026! ASTRA Infra Tebar Diskon Tol 30 Persen dan Siapkan Jalur Anti-Macet

finnews.id – Momen Lebaran 2026 tinggal menghitung hari! Apakah Anda sudah menyusun...

Mudik 2026: Astra Infra Pastikan Kesiapan 29 Rest Area dan 500 CCTV untuk 6,8 Juta Kendaraan
News

Mudik 2026: Astra Infra Pastikan Kesiapan 29 Rest Area dan 500 CCTV untuk 6,8 Juta Kendaraan

finnews.id – Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, PT Astra Tol...

ASTRA Infra
News

ASTRA Infra Siap Hadirkan Indahnya Kebersamaan di Momen Lebaran 2026

finnews.id – Momen mudik lebaran tidak semata tentang tujuan, tetapi juga tentang...

Rekayasa Lalin Tol Jogja Solo
News

Awas Macet! Polda DIY Matangkan Strategi Tol Yogyakarta -Solo Fungsional untuk Mudik 2026

Finnews.id – Persiapan menyambut arus mudik Lebaran 2026 terus dikebut, khususnya pada...