Home Ekonomi Berani Serang Iran: Selat Hormuz Tutup, Minyak Dunia Krisis
Ekonomi

Berani Serang Iran: Selat Hormuz Tutup, Minyak Dunia Krisis

penutupan selat hormuz

Bagikan
Penutupan Selat Hormuz
Bagikan

finnews.id – Iran mengumumkan akan menutup sebagian Selat Hormuz di mulut Teluk Persia, jalur pelayaran vital bagi perdagangan minyak dunia pada Selasa (17/2).

Televisi pemerintah Iran menyebut penutupan itu sebagai langkah “keamanan” terkait latihan militer Garda Revolusi yang dimulai sehari sebelumnya.

 

Belum jelas berapa lama penutupan parsial tersebut akan berlangsung.

Awalnya Associated Press melaporkan pembatasan itu diperkirakan hanya berlangsung beberapa jam.

Namun kini situasi sudah berbeda.

 

Keputusan Iran menutup Selat Hormuz benar-benar berdampak hebat bagi dunia.

Harga minyak dunia jadi melonjak sebanyak 10 persen di tengah panasnya situasi Timur Tengah.

Harga minyak mentah Brent melonjak di level USD 80 per barel pada hari Minggu.

Para analis memperkirakan harga minyak bisa naik hingga USD 100 per barel setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

 

Mulanya harga minyak naik ke USD 73 per barel pada Jumat, menyentuh level tertinggi sejak Juli tahun lalu seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap serangan AS ke Iran. Sehari kemudian serangan benar-benar terjadi.

Para analis mengatakan penyebab naiknya harga minyak adalah penutupan Selat Hormuz yang dilakukan Iran usai serangan di negara tersebut.

Penutupan selat mempengaruhi harga karena 20 persen minyak global diangkut melalui Selat Hormuz.

 

Sebagian besar pemilik kapal tanker, perusahaan minyak besar, dan perusahaan perdagangan telah menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair melalui Selat Hormuz.

Iran sudah memperingatkan kapal-kapal agar tidak melewati jalur air tersebut.

Lebih jauh, analis juga memperkirakan harga minyak bisa meroket hingga USD 100 per barel jika penutupan di Selat Hormuz terus dilakukan.

“Kami memperkirakan harga akan dibuka jauh lebih dekat ke USD 100 per barel dan mungkin melebihi level tersebut jika kita melihat gangguan yang berkepanjangan di Selat,” kata Parmar.

 

Meskipun beberapa infrastruktur alternatif dapat digunakan untuk menghindari Selat Hormuz, dampak dari penutupannya akan mengakibatkan hilangnya pasokan minyak mentah sebesar 8-10 juta barel per hari karena telatnya pengiriman.

Ekonom energi Rystad Jorge Leon mengatakan pengiriman bisa dilakukan dengan mengalihkan sebagian aliran melalui pipa Timur-Barat Arab Saudi dan pipa Abu Dhabi.

Pentingnya Selat Hormuz

Selat Hormuz adalah jalur air penting yang berada di antara Oman dan Iran, menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Badan Informasi Energi AS (EIA) menyebutnya sebagai “titik penyempitan transit minyak terpenting di dunia.”

Pada titik tersempitnya, lebar selat hanya sekitar 33 kilometer, dengan jalur pelayaran masing-masing sekitar 3 kilometer ke dua arah, sehingga lalu lintasnya padat dan berisiko.

Volume besar minyak mentah yang diproduksi negara-negara OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak dari ladang minyak di kawasan Teluk Persia, dan dikonsumsi secara global, mengalir melalui selat ini.

 

Sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar diperkirakan melintasi jalur tersebut setiap hari, menurut data Vortexa, konsultan pasar energi dan pengapalan.

Qatar, salah satu produsen gas alam cair atau LNG terbesar di dunia, juga sangat bergantung pada selat itu untuk mengekspor LNG-nya.

Bagikan
Artikel Terkait
PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

finnews.id – Jaringan swalayan Superindo kembali memanjakan para pelanggan setianya dengan menggelar...

Ekonomi

Okupansi Hotel Turun Hingga 30%, Pengusaha Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan Efisiensi Anggaran

finnews.id – Industri perhotelan nasional tengah menghadapi tekanan serius. Indonesian Hotel General Manager...