finnews.id – Dunia otomotif dan industri global sedang terguncang hebat! Harga minyak mentah dunia mendadak terbang tinggi hingga 4 persen pada perdagangan Senin waktu setempat. Pemicunya tidak main-main: militer Amerika Serikat resmi memberlakukan blokade total terhadap kapal-kapal yang keluar dari pelabuhan Iran. Langkah ekstrem ini langsung memicu ancaman balasan dari Teheran yang mengincar stabilitas negara-negara Teluk. Jika Anda merasa harga bensin sudah mahal sekarang, bersiaplah karena situasi ini bisa menjadi jauh lebih buruk.

Kegagalan perundingan damai pada akhir pekan lalu menjadi sumbu ledak bagi volatilitas pasar energi. Sejak Amerika dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, pasar minyak dunia terus berada dalam tekanan tinggi selama lebih dari enam minggu. Trader di seluruh dunia kini menahan napas, memperhatikan setiap pergerakan di Timur Tengah yang kian memanas dan tidak menentu.

Harga Minyak Brent dan WTI Nyaris Tembus USD 100 per Barel

Kenaikan harga minyak hari ini mencerminkan ketakutan nyata akan gangguan pasokan global. Minyak mentah berjangka Brent, yang menjadi patokan internasional, ditutup melesat tajam USD 4,16 atau 4,4 persen ke posisi USD 99,36 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat menguat USD 2,51 atau 2,6 persen menjadi USD 99,08 per barel.

Bahkan, pada awal sesi perdagangan, guncangan pasar sempat membuat harga Brent melambung lebih dari USD 8 dan WTI meroket hingga USD 9 per barel. Fenomena ini menunjukkan betapa sensitifnya investor terhadap setiap pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sering berfluktuasi antara ancaman perang dan harapan akan kesepakatan damai yang cepat.

Selat Hormuz Lumpuh, Pasokan Energi Dunia Terancam Hilang

Konflik berkepanjangan ini menyebabkan gangguan terbesar dalam sejarah pasokan minyak dan gas global. Fokus utama dunia kini tertuju pada Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak serta gas alam cair dunia. Trump menyebutkan hanya 34 kapal yang melintasi selat tersebut pada hari Minggu, angka yang sangat jauh di bawah rata-rata normal yang biasanya mencapai 100 kapal per hari.