finnews.id – Juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) ditantang oleh sang penantang gelar, Arsenal, dalam laga puncak Liga Champions musim 2025-2026, di Stadion Puskas Arena, Budapest, Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 23.00 WIB.

Pasukan Luis Enrique mengusung misi besar untuk menjadi tim Prancis pertama yang mampu mempertahankan trofi tertinggi antarklub Eropa ini secara berturut-turut.

Di sisi lain, The Gunners bertekad menuliskan nama mereka di trofi bergengsi ini, tepat dua dekade setelah kegagalan menyakitkan mereka dalam final pertama di Paris.

Menarik melihat bagaimana situasi mantan bintang PSG, Kylian Mbappe, saat ini.

Ketika penyerang Prancis tersebut sedang berjuang menghadapi gelombang protes suporter di Real Madrid, mantan klubnya justru berada di ambang mempertahankan gelar juara Eropa, sebuah pencapaian yang gagal ia persembahkan selama karier gemilangnya di Parc des Princes.

Strategi Kolektif Enrique Melawan Kutukan Mbappe

Mengutamakan kebersamaan tim di atas nama besar bintang, Luis Enrique berpeluang menyamai rekor Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, Bob Paisley, dan Zinedine Zidane sebagai pelatih kelima yang memenangi tiga trofi Eropa.

Meski performa PSG di fase liga kurang meyakinkan dengan hanya meraih 14 dari 24 poin maksimal, raksasa Prancis ini mengamuk di fase gugur.

Monaco, Chelsea, Liverpool, dan yang terbaru Bayern Munchen menjadi korban keganasan sang juara bertahan.

PSG juga menjadi tim paling subur di kompetisi musim ini dengan torehan 44 gol, hanya selisih satu gol dari rekor sepanjang masa yang dipegang Barcelona pada musim 1999-2000.

Sepanjang musim ini di Eropa, hanya Athletic Bilbao yang mampu menahan imbang PSG tanpa gol pada Desember lalu.

Setelah itu, mereka selalu mencetak lebih dari satu gol dalam tujuh dari delapan laga fase gugur, sebelum tren tersebut dihentikan oleh hasil imbang 1-1 kontra Bayern Munchen di leg kedua semifinal.

Meski menutup kompetisi domestik dengan kekalahan 2-1 dari Paris FC, gelar juara Liga Prancis sudah aman di tangan mereka.